Selasa, 19 Oktober 2021 14:55

Korupsi Proyek Multiyear Bengkalis,
Pasutri Pemilik PT ANN Dihukum 4 Tahun dan 2 Tahun Penjara

Pasutri pemilik PT ANN divonis hukuman 4 yahun dan 2 tahun penjara. Keduanya dinyatakan bersalah dalam perkara korupsi Proyek Multiyears peningkatan jalan Bengkalis.

Riauterkini-PEKANBARU- Meski divonis dibawah tuntutan jaksa. Pasangan suami istri (pasutri) yang menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi proyek multiyears peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, Bengkalis. Tetap dinyatakan hakim terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum.

Pasutri, Handoko Setiono dan Melia Boentaran yang juga selaku pemilik dan pimpinan PT Arta Niaga Nusantara.(ANN) selaku kontraktor pengerjaan proyek multiyear dihukum pidana penjara selama 4 tahun bagi Handoko dan 2 tahun bagi Melia.

Dalam amar putusan majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai Lilin Herlina SH, pada sidang secara virtual Selasa (19/10/21). Kedua terdakwa terbukti secara melanggar Pasal 3 jo 18 UU tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

" Menghukum terdakwa Handoko Setiono dengan pidana penjara selama 4 tahun denda Rp 300 juta subsider 3 bulan. Dan menghukum terdakwa Melia Buntaran dengan pidana 2 tahun denda Rp 300 juta subsider 3 bulan," kata Lilin.

Selain itu, kedua terdakwa selaku pimpinan PT ANN diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 10,5 miliaar, dan apabila tidak dikembalikan, maka dapat diganti (subsider) pidana penjara selama 1 tahun," sambung hakim.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pikir pikir.

Sebelumya, Tonny Frenki SH selaku jaksa penuntut KPK, menuntut kedua terdakwa masing masing dengan pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp 500 juta subsider 6 bulan. Selain itu, kedua terdakwa juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 110 miliar subsider 2 tahun.

Seperti diketahui, kedua terdakwa Handoko Setiono dan Melia Boentaran diduga telah melakukan praktik suap terkait proyek multiyears peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, Bengkalis, tahun anggaran 2013 - 2015.

Kedua terdakwa melakukan upaya pemberian uang atau janji janji kepada sejumlah pejabat di Bengkalis untuk mendapatkan proyek peningkatan jalan.

Untuk dapat memenangkan proyek tersebut. Terdakwa Handoko berperan aktif memenangkan proyek jalan di Bengkalis untuk PT Arta Niaga Nusantara. Padahal, perusahaan miliknya itu telah dinyatakan gugur di tahap kualifikasi," ucap JPU.

Pertemuan Handoko dengan beberapa pihak di Dinas PUPR untik melakukan rekayasa seolah-olah PT Arta Niaga Nusantara memenangkan proyek serta pemberian sejumlah uang kepada para pejabat tersebut. Diatur oleh istri Handoko sendiri yaitu Melia Buntaran.

Atas perbuatan kedua terdakwa negara mengalami kerugian sekitar Rp114 miliar dari nilai total kontrak sebesar Rp265 miliar.**(har)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang