Selasa, 19 Oktober 2021 09:58

Hasil Dinekrosi, Harimau Terjerat di Bengkalis Mati Kelaparan

Setelah dievakuasi, bangkai harimau yang terjerat sling di Bengkalis dinekropsi. Hasilnya, kematian satwa karena dehidrasi berat, kekurangan nutrisi dan infeksi.

Riauterkini-PEKANBARU-Ditemukannya Harimau Sumatera (Panthera Tigris sumatrae) yang mati di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis pada Ahad pagi, 17 Oktober 2021, di areal Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK), Balai Besar KSDA Riau segera mengevakuasi satwa tersebut ke klinik satwa Balai Besar KSDA Riau di Pekanbaru untuk dilakukan nekropsi.

Nekropsi dilakukan untuk mengetahui penyebab dan perkiraan telah berapa lama Harimau tersebut mati. Nekropsi dilakukan pada malam itu juga setelah Tim Rescue Resort Bukit Batu mengevakuasi satwa sampai di klinik satwa.

Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara Selasa, (19/10/21) mengatakan bahwa nekropsi yang dilakukan Tim medis Balai Besar KSDA Riau pada Minggu, 17 Oktober 2021 dikoordinir drh. Danang pada Minggu malam, 17 Oktober 2021 mulai pukul 18.30 WIB dan selesai pukul 21.00 WIB.

"Harimau berjenis kelamin betina, berumur lebih kurang 4 - 5 tahun, remaja belum pernah melahirkan. Panjang tubuh(kepala-ujung ekor) : 190 cm, panjang badan : 103 cm, tinggi Badan : 91 cm, Lingkar Dada : 86 cm, Panjang Ekor : 74 cm. Keadaan bangkai sudah mengalami kaku mayat. Dengan adanya tali seling yang melilit pada bagian kaki depan sebelah kiri. Luka kaki depan kiri sangat dalam, akibat seling hingga terlihat tulang. Diperkirakan bahwa individu tersebut terjerat lebih dari 5 hari dan sudah mati kurang dari 24 jam," terangnya.

Ia menambahkan, dari hasil nekropsi dan pemeriksaan secara patologi anatomi, penyebab kematian satwa tersebut diduga karena dehidrasi berat, kekurangan nutrisi, serta infeksi pada kaki depan sebelah kiri.*(H-we)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang