Senin, 18 Oktober 2021 05:22

Ditemukan Warga, Tim BBKSDA Riau Evakuasi Bangkai Harimau Sumatera

Seorang warga menemukan harimau Sumatera mati terjerat. Polsek Bukit Batu bersama tim BBKSDA segera mengevakuasi nya.

Riauterkini-PEKANBARU-Ahad pagi, (17/10/21) Balai Besar KSDA Riau menerima kabar dari Polsek Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, bahwa telah ditemukan Harimau Sumatera (Panthera Tigris sumatrae) mati di Desa Tanjung Leban, Kec Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara mengatakan bahwa lokasi penemuan harimau Sumatera yang mati berada di areal Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) berupa areal perladangan masyarakat dan berjarak tegak lurus lebih kurang 21,85 km dari kawasan SM Bukit Batu.

"Harimau berjenis kelamin betina, kondisi terjerat kaki kiri bagian depan, dengan jenis jerat seling," terangnya.

Ia menambahkan bahwa penemuan harimau Sumatera yang mati terjerat bermula dari masyarakat tukang imas kebun yang bersebelahan dengan kebun dimana Harimau sumatera terjerat, menemukan seekor Harimau sumatera yang terjerat. Segera yang bersangkutan melaporkan kepada Kapolsek Bukit Batu, Kompol Irwandi AR, SH. dan personil Polsek Bukit Batu yang kebetulan saat itu sedang melaksanakan patroli karlahut di jl. Meranti, RT 001/RW 001, Dusun Bhakti, Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

"Kapolsek Bukit Batu segera meneruskan berita tersebut ke Balai Besar KSDA Riau melalui Plh. Kepala Bidang KSDA Wil. II, MB Hutajulu. Tim Resort Bukit Batu segera turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan identifikasi awal. Kemudian bersama Polsek Bukit Batu dan Manggala Agni mengamankan lokasi ditemukannya 1 (satu) ekor bangkai Harimau sumatera untuk menghindari kerumunan warga," terang Fifin.

Ia menambahkan, tim akan melakukan evakuasi Harimau Sumatera ke Pekanbaru agar dilakukan neukropsi untuk mengetahui penyebab dan perkiraan telah berapa lama Harimau tersebut mengalami kematiannya.

Dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak memasang jerat dengan alasan apapun. Karena membahayakan untuk satwa termasuk satwa yang dilindungi dan dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 40 UU RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dimana bagi yang sengaja melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama 5 (lima ) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,- ( seratus juta rupiah). Begitupun bagi yang melakukan pelanggaran karena kelalaiannya akan dikenai pidana kurungan paling lama 1(satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).*(H-we)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang