Ahad, 17 Oktober 2021 17:29

Polda Riau Bongkar Mafia Minyak Subsidi

Polda Riau lakukan penyelidikan dengan adanya fenomena kelangkaan bahan bakar. Petugas justru berhasil membongkar mafia minyak bersubsidi.

Riauterkini - PEKANBARU - Polda Riau melakukan penyelidikan dengan adanya fenomena langkanya bahan bakar minyak (BBM) di kota Pekanbaru. Hasilnya, pihak kepolisian justru berhasil membongkar mafia minyak di wilayah Riau.

Direktur Krimsus Polda Riau Kombes Ferry Irawan mengatakan, tim Krimsus mengungkap kasus dugaan tindak pidana di bidang minyak dan gas bumi, yakni penyalahgunaan bahan bakar minyak subsidi pemerintah jenis Bio Solar di SPBU bernomor 14.287.6110.

"Lokasi penangkapan tepatnya di Jalan Lintas Duri-Dumai Km 11 Kelurahan Balai Makam Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau kemarin," ujarnya.

Dalam operasi itu, petugas berhasil mengamankan 1 unit kendaraan truk derek roda 10 merk mitsubishi bernomor polisi BK 9325 CM berkapasitas tangki 450 liter. Truck itu melakukan pengisian di SPBU secara berulang-ulang atau melangsir.

"Awalnya tim menemukan antrean panjang di SPBU tersebut. Lalu tim mencurigai sebuah mobil derek roda 10 yang melakukan pengisian cukup lama dan menyebabkan antrean yang panjang sehingga meresahkan masyarakat," kata Ferry.

Setelah diikuti, usai mengisi BBM dari SPBU diketahui tujuannya adalah ke poll/ work shop transportir mobil tangki CPO. Lokasi itu diduga milik PT. IP.

"Tak lama kemudian mobil derek tersebut keluar poll/work shop dan kembali menuju SPBU yang sama untuk melakukan pengisian BBM jenis bio solar. Kemudian disergap saat melakukan pengisian BBM kembali," terangnya.

Kemudian petugas melakukan pengembangan ke tempat poll/work shop transportir mobil tangki CPO yang diduga tempat penimbunan BBM hasil kegiatan langsir tersebut.

"Setelah ditelusuri, ternyata benar. Di sana ditemukan jeregen-jeregen yang sudah dalam keadaan kosong. Diduga telah di salin ke tangki BBM mobil tangki CPO yang ada di tempat tersebut," kata Ferry.

Pihaknya turut mengamankan tiga orang pelaku yakni JN (52) sopir yang melansir BBM dari SPBU, KS (26) petugas SPBU dan AFJ (22). Saat ini para pelaku diamankan di Rutan Polda Riau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang merugikan masyarakat luas dan kami proses hukum," tuturnya.

Tak hanya itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil derek Mobil derek Mitsubishi BK 9325 CM, enam lembar kupon pengisian BBM jenis bio solar dan dua lembar catatan transaksi penjualan harian BBM jenis bio solar.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 55 Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaiman telah diubah dengan Pasal 40 Angka 9 UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 Miliar.

"Saat ini proses penyidikan sedang berjalan, dan penyidik menjadwalkan meminta keterangan ahli dari pihak BPH Migas," tandasnya.*(arl)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang