Ahad, 17 Oktober 2021 16:23

Kesalimasy Terima Bantuan Pondok Kerja Budi Daya Mangrove dari Poltek Bengkalis

P3M Poltek Bengkalis menyerahkan bantuan berupa pondok kerja budi daya kepada LSM Kesalimasy. Diharapkan menjadi penyemangat untuk LSM penggiat lingkungan ini.

Riauterkini-BENGKALIS- Pusat Penelitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) serahkan satu unit pondok kerja budi daya mangrove kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kesalimasy (Kelompok Studi Lingkungan dan Masyarakat) di kawasan konservasi Tanjung Pagar, Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, Kamis (14/10/21) kemarin.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua P3M Poltek Bengkalis, M. Afridon, S.T, M.T, Kepala Desa Air Putih, Muhammad Syarifuddin, Tim P3M, Juli Ardita Pribadi R, S.T, M.Eng, Lizar S.T.,M.T, Muhammad Idham, S.T, M.Sc, Ketua Perkumpulan Keslimasy Muhammad Iskandar dan Ketua Mapala Laksamana Poltek Bengkalis, Candra Kusuma.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan sumbangsih dan kewajiban dosen di dunia pendidikan, tidak hanya sekedar mengajar tetapi kehadiran dosen Poltek Bengkalis mampu memberikan kontribusi dan dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bengkalis.

"Saat ini kami juga sedang mempersiapkan aplikasi penjualan online khusus buat masyarakat Bengkalis yang memiliki usaha agar dapat dipasarkan melalui aplikasi yang nanti kita buat," ungkap Ketua P3M Poltek Bengkalis, Afridon saat menyampaikan sambutan.

Kesempatan itu, Kepala Desa Air Putih, Muhammad Syarifuddin juga berharap, kegiatan kerja sama ini bisa berkelanjutan dan dapat memberikan dampak perubahan kepada bidang usaha masyarakat, pelestarian lingkungan dan kebutuhan dalam pembangunan desa.

"Dalam upaya pengelolaan hutan mangrove kami percayakan kepada Keslimasy, karena sejak awal mereka telah memulai untuk melakukan pengelolaan dan perlindungan di kawasan hutan mangrove ini, kami juga sedang mempersiapkan dukungan pembuatan jalan akses masuk ke lokasi kawasan konservasi Tanjung Pagar Desa Air Putih maupun bantuan lainnya yang dibutuhkan nantinya,“ ucap Syarifuddin.

Ketua Tim Pelaksanaan Kegiatan P3M turut berharap semoga pondok budi daya mangrove yang diperbantukan untuk Keslimasy  dapat bermanfaat.

“Ini merupakan anugerah Alloh SWT berupa benteng perlindungan kawasan pulau yaitu tanaman mangrove untuk mencegah abrasi dari besarnya gelombang dan penyaringan air laut masuk ke darat. Jika kita membuat perlindungan yang sama tentu tidak sedikit uang yang akan kita keluarkan dan menjaga lingkungan juga merupakan rasa syukur kita terhadap ciptaan Allah SWT dan kecintaan kita terhadap baginda Nabi Muhammad SAW," kata Julia yang juga merupakan Ketua Jurusan Teknik Sipil Poltek Bengkalis ini.

Sementara itu, Ketua Keslimasy Bengkalis Muhammad Iskandar menyampaikan ucapan terima kasih kepada Poltek Bengkalis melalui P3M dan Pemerintah Desa Air Putih yang telah memberikan kepercayaan dalam pengelolaan dan perlindungan hutan mangrove.

“Pondok budi daya ini merupakan motivasi kami untuk lebih giat lagi dalam mengelola dan perlindungan mangrove, sebelumnya kami juga telah membuat pondok secara swadaya dari bambu karena sudah lama jadi dalam kondisi rusak," ungkapnya, Ahad (17/10/21) siang.

Sambung Iskandar, Keslimasy juga akan merekomendasikan kawasan konservasi Desa Air Putih untuk dijadikan laboratorium mangrove, karena keberagaman flaura dan fauna yang didata juga memungkinkan untuk dijadikan laboratorium mangrove.

"Peta zonasi struktur mangrove juga sedang kami gagas beserta rekomendasi hasil kajian yang nanti akan kami sampaikan” tutup Iskandar.

Penyerahan pondok budidaya mangrove juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Ketua P3M Poltek Bengkalis dan Kepala Desa Air Putih, aksi adobsi penanaman mangrove juga dilakukan di sekitaran pondok budi daya mangrove.***(dik/rls)



 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang