Sabtu, 16 Oktober 2021 18:24

Rektor Unilak dan Ninik Mamak Teken MoU Kenegerian Kampa

Rektor Unilak MoU Datuk Kenegerian Kampa. Penandatanganan kesepahaman soal hutan adat.

Riauterkini - PEKANBARU - Universitas Lancang Kuning (Unilak) teken Memorandum of Understanding (MoU) Datuk Kenegerian Kampa Kabupaten Kampar. Penandatanhan kesepahaman itu dilaksanakan di aula Pustaka Unilak, Jumat (15/10/21).

Kesepakatan kerja sama guna menjaga dan melestarikan, serta mengembangkan hutan adat bagi masyarakat di Kampa, baik bidang pendidikan, riset dan ekowisata berwawasan lingkungan. Adalah Rektor Unilak Dr Junaidi M Hum dan Datuk Kenegerian Kampa yang di wakili oleh Drs H Afrizal Datuak Paduko, yang menekan MoU tersebut.

"Tujuan kita adalah bagaimana secara bersama-sama mengembangkan hutan adat yang ada di kenegerian Kampar," kata Rektor Unilak.

Menurut Rektor lagi, hutan adat yang tidak jauh dari Pekanbaru ini miliki potensi yang sangat penting untuk dikembangkan, baik bidang pendidikan, nilai nilai adat, lingkungan. Diharapkan, hutan adat ini dapat terus terjaga. Sehingga, generasi mendatang dapat terus merasakan manfaat dari hutan adat.

"Alhamdulillah hutan adat kenegerian Kampa sudah resmi disahkan oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait dan langsung diserahkan oleh Pak Presiden Pak Jokowi pada tahun 2019. Ini merupakan Perjuangan yang sangat panjang, dan kawan kawan WFI juga ikut memperjuangkan hutan adat," paparnya.

Ditambahkan Rektor lagi, melalui Fakultas Kehutanan Unilak akan berperan besar terus mengembangkan hutan adat kenegerian Kampa. Bahkan Dosen Fahutan akan banyak terlibat.

"Saya salut dengan datuk-datuk untuk mempertahankan hutan ini membuat semangat kami termotivasi lebih, supaya generasi yang akan dapat mampu mengembangkan/melestarikan nilai-nilai adat budaya dalam menjaga hutan. Hutan adat perlu kita buat perencanaan yang baik, untuk pendidikan, penelitian, ekowisata hijau tanpa merusak. Bagaimana kita mempertahankan hutan adatnya tidak hanya di Kampar tapi juga yang ada di Riau," ujar Rektor.

Dalam kesempatan itu, Rektor Unilak menyatakan telah memberikan kuota kepada anak kemenakan kenegerian Kampa untuk kuliah di Unilak. Dengan memberikan beasiswa hingga tamat bagi mereka dari keluarga yang tidak mampu.

"Saat ini mereka telah diterima kuliah, dan tujuan mereka kuliah tidak lain merekalah yang nantinya akan menjaga dan meneruskan hutan adat yang telah diperjuangkan oleh datuk datuk Kenegerian Kampa," ungkap Rektor.

Sementara itu Drs H Afrizal Datuak Paduko Tuan mengaku merasa bahagia sekali, pasca ditandatanganinya kesepakatan upaya pemeliharaan hutan ada tersebut. Diharapkan kerja sama yang juga mendapatkan suport dari Pemrov Riau melalui dinas terkait, dapat terus dipertahankan.

"Alhamdulillah hari ini akademisi/Unilak ini akan memberikan kontribusi harapan yang besar terhadap kerjasama ini. Selama ini adat ini diurus oleh ninik mamak saja, sekarang telah terbuka oleh akademisi, sudah mulai melirik tentunya kami selaku ninik mamak memiliki harapan besar, walau baru dimulai melalui hutan ada saja, kedepannya banyak peluang yang bisa dikerjasamakan dengan perguruan tinggi. Sebagai pemangku adat, dalam era globalisasi ini memiliki tantangan yang sangat besar dan keras, apabila kami saja yang mempertahankan, diibaratkan air yang yang deras, pancang kami ini bisa goyang, tapi dengan kerjasama pemerintah terlibat, perguruan tinggi terlibat. Insya Allah kami yakin dan percaya kearifan lokal ini akan memberikan rahmat bagi Riau," papar Datuk Afrizal.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan, Gubernur Riau diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (LHK) Dr Maamun Murod. Kemudian Bupati Kampar diwakili oleh Asisten dua bidang ekonomi dan pembangunan Suhermi ST. Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Irfan Nur, Ketua DPRD Kampar Muhammad Faisal ST.***(mok)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang