Kamis, 14 Oktober 2021 18:01

Bank Riau Kepri Dinilai Miliki Kinerja yang Bagus Versi BPKH

Monitoring BPKH nilai Bank Riau Kepri memiliki kinerja yang bagus dalam BPS-BPIH . Khusunya dalam parameter keuangan dan pendaftaran jamaah haji.

Riauterkini-PEKANBARU - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melakukan monitoring dan pengawasan ke Bank Penerima Setoran - Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPS-BPIH yang ada di Provinsi Riau, salah satunya ke Bank Riau Kepri. Dalam kunjungannya itu, Dewan Pengawas BPKH menyebutkan dari kriteria yang ada di BPKH, Bank Riau Kepri memiliki kinerja yang bagus dari parameter keuangan dan pendaftaran jamaah haji.

"Dalam parapemeter ratio keuangan, mulai dari Financing to Deposit Ratio (FDR) atau loan to deposits ratio (LDR), Return On Assets (RAR) serta pembiayaan, itu semua dalam kondisi yang bagus. Sedangkan berdasarkan Risk Acceptance Criteria (RAC), Bank Riau Kepri itu termasuk yang low risk atau resiko rendah. Kami berharap Bank Riau Kepri terus dapat menjaga kinerja yang baik ini," kata Suhaji kepada wartawan di lantai 14 Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Kamis (14/10/2021).

Selain itu juga, kata Suhaji lagi, dari sisi penghimpunan dana jamaah haji, Bank Riau Kepri masih menjadi yang pertama terbaik jika tidak terjadi marger antara 3 bank syariah BUMN (Mandiri, BRI dan BNI) menjadi Bank Syariah Indonesia. Sebab, Bank Riau Kepri menjadi penghimpun dana haji yang terbesar di Riau dengan porsi 40 persen.

"Kalau sekarang Bank Riau Kepri nomor 2 setelah BSI, itu wajar karena di BSI ada 3 bank yang berkumpul sekarang dengan 60 persen pendaftar jamaah haji. Kami sampaikan kepada Gubernur Riau tadi, bahwa BPKH sangat memberikan support kepada Bank Riau Kepri dalam penempatan dan investasi. Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada Direktur Utama, pak Andi dan jajaran direksi lainnya," kata Suhaji.

Secara umum, kata Suhaji, pendaftaran jamaah haji di seluruh Indonesia menurun hingga 36 persen karena pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan berakhir. Sementara, dari data yang ada hingga 12 Oktober 2021, Bank Riau Kepri hanya turun 12 persen. "Artinya penurunannya masih jauh di bawah rata-rata pendaftar jamaah haji di seluruh Indonesia," katanya lagi.

Masih kata Suhaji, BPKH menyambut baik konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Umum Syariah secara penuh dengan memberikan surat dukungan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berbagai pihak yang berwenang. "Dengan harapan, pada akhir tahun ini Bank Syariah secara penuh sudah menjadi Bank Umum Syariah," tuturnya.

Menurut Iskandar Zulkarnain, selaku anggota badan pelaksana di BPKH, Bank Riau Kepri jika sudah menjadi Syariah bisa meraih peringkat pertama dalam penghimpunan dana jamaah haji dengan potensi ASN yang cukup besar di Riau dan Kepri. Ditambah lagi jika empat fungsi Bank Riau Kepri dalam kerjasama dengan BPKH dilaksanakan dengan baik.

"Selain sebagai Bank Penerima Setoran, Bank Riau Kepri juga memiliki fungsi penempatan yaitu menempatkan pada pihak ketiga yaitu deposito tabungan, fungsi mengolah nilai manfaat dan fungsi mitra investasi. Tujuan dari kunjungan dan Monev kita ini ke Bank Riau Kepri salah satunya ingin meningkatkan kerjasama. Kita ingin fungsi yang keempat ini ditingkatkan, karena sudah ditunjuk bank Investasi. Seperti apa yang disampaikan oleh pak Dirut tadi, beberapa kerjasama investasi bisa kita lakukan," kata Kandidat Doktor itu.

Selanjutnya, kata Iskandar, mengenai sinergitas yang dibangun BPKH dengan Bank Riau Kepri dalam meningkatkan pendaftar jamaah haji di Riau ini selama masa pandemi Covid-19 ini dengan layanan digitalisasi dan jemput bola bersama kementerian agama.

"Hikmah dari pandemi ini, kebutuhan digital semakin digenjot, karena semua dilakukan melalui gadjet. Saya senang Bank Riau Kepri sudah mengarah kesana. Demikian juga dengan pendaftaran haji akan menggunakan layanan digital ini, yang mendaftar tidak harus datang ke Bank. Layanan pendaftaran secara digital ini akan terus kita kembangkan. Selain digitalisasi, ada juga 3 fatwa MUI yang dapat meningkatkan jumlah pendaftar haji lewat haji muda, haji usia dini dan haji eksekutif," imbuh Iskandar.

Sementara itu, Direktur Utama, Andi Buchari dalam kesempatan yang sama menyampaikan sebelum melakukan diskusi dengan BPKH di lantai 4 Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, rombongan BPKH juga sudah berdialog dengan Gubernur Riau, Syamsuar di kantor Gubernur Riau. Secara detail, Gubernur Riau juga memaparkan bagaimana proses konversi Bank Riau Kepri menjadi Bank Umum Syariah.

Selain sudah menjadi keputusan pemegang saham yang menyerap aspirasi masyarakat di Riau dan Kepulauan Riau, ada potensi industri yang sangat besar di Riau. Potensi ini dinilai memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan industri, baik keuangan syariah maupun kawasan halal, seperti apa yang disampaikan oleh Wakil Presiden RI, KH Maaruf Amin.

"Dari Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Riau Kepri, September kemarin aset kita sudah nyaris Rp 6,8 triliun. Khusus unit usaha syariah, Bank Riau Kepri sudah melampaui Unit Syariah Bank DKI. Padahal jika dilihat dari jumlah penduduk Jakarta 15 juta jiwa, Riau dan Kepri 10 juta jiwa. Artinya yang memanfaatkan layanan syariah ini sudah lebih besar di Riau dan Kepulauan Riau," kata Andi Buchari.

Sebelum pertumbuhan aset, pertumbuhan pihak ketiga dan pembiayaan dipersentasikan, Andi Buchari juga menjelaskan, pada Desember 2020 pertumbuhan syariah Bank Riau Kepri sekitar 60 an persen. Sedangkan Bank Riau Kepri asetnya sudah nyaris Rp 30 triliun, meskipun pada bulan Juli sudah melampaui Rp 30 triliun.

"Terjadi penurunan ini karena kita harus melepas dana-dana yang mahal dan kita saat ini juga berkenaan dengan proses pemulihan ekonomi erat kaitan diujung pandemi Covid-19. Kemudian kita juga menjaga parameter yang lain yang tentunya harus dilakukan agar kontribusi Bank Riau Kepri untuk daerah menjadi andalan setiap tahun. Bagaimana deviden dari laba yang kita hasilkan bisa menjadi penyumbang terbesar di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau tentunya," ujar Andi.

Turut hadir dalam acara diskusi BPKH dengan Bank Riau ini, Direktur Dana & Jasa, MA Suharto, Direktur Kredit & Syariah, Tengkoe Irawan, Direktur Operasional, Said Syamsuri, Komisaris Independen, Rita Anugerah, Ketua Dewan Pengawas Syariah, Zulhendri Rais, Anggota DPS Saifuddin Yuliar serta pemimpin divisi terkait di Bank Riau Kepri. ***

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang