Kamis, 14 Oktober 2021 11:56

Tim BBKSDA Riau Gagalkan Perdagangan 840 Burung Tidak Berdokumen

Tim BBKSDA Riau menggagalkan pengiriman 840 burung yang tidak dilindungi. Burung burung tersebut tidak memiliki dokumen.

Riauterkini-PEKANBARU-Informasi diperoleh dari aduan masyarakat terkait akan adanya transaksi pengangkutan burung tidak dilindungi tanpa dokumen di jalan Garuda Sakti km. 6 Pekanbaru tersebut. Tim BBKSDA Riau segera turun dan mendapatkan barang temuan berupa 24 kotak berisi burung tanpa dilengkapi dokumen di lokasi kejadian.

Burung-burung yang diangkut tanpa dokumen seperti Burung Prenjak Jawa sebanyak 525 ekor; Burung Gelatik Kelabu sebanyak 280 ekor dan Burung Cinenen Kelabu sebanyak 35 ekor.

Tim Seksi Konservasi Wilayah III, Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin langsung Kepala Seksi Wilayah, MB Hutajulu melakukan penangkapan pelaku pengangkutan burung tanpa dokumen di jalan Garuda Sakti km.6 Pekanbaru.

Tim segera membawa pengemudi (JM) dan barang temuan ke kantor Balai Besar KSDA Riau. Tim melakukan pemeriksaan terhadap JM dan M (sesama supir travel yang membantunya).

Satwa tersebut bukan satwa yang diindungi, namun karena dalam pengangkutannya tidak disertai dokumen resmi maka wajib disita oleh negara untuk dikembalikan ke habitatnya.

JM telah menandatangani pernyataan bahwa yang bersangkutan menyatakan tidak akan mengulangi hal serupa dan bersedia diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku apabila tertangkap tangan membawa/ mengangkut satwa-satwa yang dilindungi ataupun tidak dilindungi namun tanpa dokumen resmi.

Tim kemudian melakukan pelepasliaran burung-burung tersebut pada hari Selasa, 12 Oktober 2021 ke habitatnya di kawasan konservasi.

Penelusuran lebih lanjut akan dilakukan untuk memperdalam asal muasal satwa burung dan kepemilikannya.

Dihimbau kepada masyarakat apabila akan membawa tumbuhan dan satwa liar serta bagian bagiannya untuk keperluan komersil, cinderamata dan penelitian harus dilengkapi dokumen yaitu Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa-Dalam Negeri (SAT-DN) untuk tujuan Dalam Negeri, dan SAT-LN untuk tujuan Luar Negeri, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar.*(H-we)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang