Rabu, 13 Oktober 2021 13:59

Pinjol Illegal, OJK Riau Ingatkan Masyarakat Riau Agar Waspada

Satgas Waspada Investasi menemukan ada 151 pinjol tak berijin. OJK Riau mengimbau warga Riau untuk waspada.

Riauterkini-PEKANBARU- Satuan Tugas Waspada Investasi menemukan 151 financial technology (fintech) peer to peer lending  dan 4 entitas tanpa izin. 4 entitas penawaran investasi tanpa izin di bulan Agustus 2021 antara lain PT Bimasakti Kapital Abadi - Sewa Collateral BG/SBLC dari Prime Bank, Monetize Instrument Bank; PT Danamas Mandiri Investa - Penyelenggara usaha modal ventura tanpa izin; PT Generasi Berdampak Indonesia (Panak.id) - Kegiatan equity crowdfunding tanpa ijin; dan PT Tanijoy Agriteknologi Nusantara - Kegiatan equity crowdfunding tanpa ijin.

Terkait temuan 151 financial technology (fintech) peer to peer lending  dan 4 entitas tanpa izin oleh Satgas Waspada Investasi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Riau, Muhammad Lutfi membenarkannya.

Kepala OJK Perwakilan Riau meminta warga Riau khususnya untuk lebih waspada dalam bertransaksi dengan pinjol. Ia juga meminta media massa untuk menginformasikan kepada masyarakat agar masyarakat mengetahui informasi tersebut.

"Mohon bantuan memblast ke masyarakat agar waspada terhadap hal hal tersebut. Selalu ingat kata 2L Legal & Logis agar masyarakat tidak terjebak dan dirugikan," imbau Lutfi, Rabu (13/10/21).

Sementara Kepala Sub Bagian Pengawasan Pasar Modal, OJK Perwakilan Riau, Muhammad Yamin beberapa waktu sebelumnya mengatakan bahwa banyaknya kasus penipuan pinjaman online (Pinjol) belakangan ini jadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski begitu, kemungkinan masih ada aplikasi pinjol ilegal yang bisa menjebak konsumen dengan iming-iming pinjaman cepat dan mudah.

Menurutnya, banyaknya kasus penipuan pinjaman online (Pinjol) belakangan ini jadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meski begitu, kemungkinan masih ada aplikasi pinjol ilegal yang bisa menjebak konsumen dengan iming-iming pinjaman cepat dan mudah.

Oleh karena itu, agar persoalan serupa tak terjadi lagi, masyarakat harus rutin diberikan edukasi tantang pinjaman online agar tidak terjebak dalam permainan Pinjol nakal. Tak hanya OJK, media juga dituntut untuk berperan serta di dalamnya agar kasus-kasus seperti itu tak terulang.

Menurut Yamin ada banyak modus dilakukan oleh Pinjol nakal untuk menjerat korbannya, seperti menawarkan pinjaman melalui SMS/WhatsApp.

"Padahal, penyelenggara pinjaman online legal yang terdaftar dan berizin di OJK dilarang menyampaikan penawaran melalui sarana komunikasi pribadi tanpa persetujuan pengguna," ujarnya.

Modus lainnya, pinjol ilegal kerap mengiklankan produknya dengan menggunakan nama yang mirip seperti fintech lending legal untuk mengelabui korbannya.

Selain itu juga, masyarakat juga perlu waspada terhadap 'uang nyasar' ke rekening korbannya, karena menurut Yamin ini juga yang sering dilakukan Pinjol nakal.

"Agar terhindar dari itu semua, berikut ini adalah ciri-ciri pinjol ilegal seperti, tidak terdaftar/berizin di OJK, Alamat penyelenggara tidak jelas/aneh dan sering berganti nama, Sumber informasi yang menawarkan pinjaman tidak dikenal, misalnya SMS dari nomor asing, pop-up iklan di website atau aplikasi; Website atau aplikasi yang meminta akses penuh secara otomatis atas data di perangkat, selain Camera, Microphone, dan Location (CAMILAN) dan Riwayat pelayanan penyelenggara kurang baik, penagihan cenderung dilakukan secara kasar dan tidak etis serta melawan hukum," terangnya.

Untuk mengecek penyelenggara pinjol legal yang terdaftar di OJK, bisa menghubungi nomor 157 atau mengirim pesan ke WhatsApp 081157157157.*(H-we)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang