Selasa, 12 Oktober 2021 13:46

Terkait Dugaan Pencemaran Limbah PT.Bayas Biofuel, Dewan Inhil Respon Laporan Warga

DPRD Inhil segera menindak-lanjuti laporan warga. Terkait dugaan pencemaran limbah oleh PT. Bayas Biofuel.

Riauterkini-INDRAGIRI HILIR –Menanggapi laporan dan keluhan masyarakat petani dan nelayan Desa Bayas Jaya (Indragiri Hilir) dan Desa Kuala Mulya (Indragiri Hulu) yang resah akibat pencemaran limbah PT. Bayas Biofuels bertahun-tahun cemari lahan dan sungai warga.

Ketua Komisi III DPRD Inhil Iwan Taruna mengakui bahwa mereka baru mengetahui permasalahan pencemaran limbah PT. Bayas Biofuel ini. Setelah adanya pemgaduan masyarakat ke komisi III beberapa waktu lalu.

" Mengenai laporan masyarakat kemarin, terkait pencemaran limbah PT.Bayas Biofuel yang cemari lahan dan sungai warga. tetap kita tanggapi dan surat laporannya juga telah kita naikkan ke pimpinan. Saat ini, kita sedang menunggu surat disposisinya turun untuk menindaklanjuti penyelesaian permasalahnya, " ungkap Iwan.

Ditambahkannya, jika tidak ada surat disposisi dari pimpianan untuk menindaklanjutinya, mereka belum bisa memanggil pihak perusahaan ( PT.Batas Biofuel ) maupun dinas terkait ( Dinas Lingkungan Hidup Inhil ) untuk meminta penjelasan dan keterangannya.

" Pada intinya, kita akan tetap memperjuangan aspirasi yang disampaikan masyarakat. Makanya, nanti kita minta penjelasan dinas terkait. Jika memang benar limbah tersebut, telah merugikan dan menyengsarakan masyarakat, bahkan sampai merusak lahan dan lingkungan masyarakat, kita akan meminta dinas terkait untuk mencabut sementara, izin operasional perusahaan. Sampai bisa menyelesaikan permasalahannya," ujarnya.

Tidak hanya itu, Iwan juga menegaskan jika dalam pemeriksaan dan tindaklanjutnya nanti, benar dan terbukti sungai kecil samping pabrik PT.Bayas Biofuel merupakan tempat pembuangan limbah yang selama cemari air sungai Indragiri. Mereka meminta perusahaan segera menutupinya. Seperti yang dimintai masyarakat setempat.

" Oleh karena itu, jika sudah ada disposisi untuk tindaklanjutnya. Kita akan memanggil pihak Dinas KLH Inhil untuk memjelaskannya permasalahan. Agar bisa disampaikannya ke Dinas KLH Provinsi. Terkait permasalahan limbah yang dikeluhkan masyarakat ini, akan tetap kita kawal samping keluhkan bisa terselesaikan," tegas Iwan.

Sementara itu, seperti diketahui bahwa permasalahan limbah PT.Bayas Biobuel yang terus cemari lahan warga dan sungai Indragiri di dua desa perbatasan Kabupaten Indragiri Hilir dan Hulu tersebut sudah dilaporkan warga sejak lama, Mulai dari DPRD Inhu, DPRD Provinsi, DLH Kabupaten dan Provinsi bahka Kementerian Lingkungan Hidup tidak ada penyelesaiannya.

" Pencemaran limbah PT.Bayas Bioguel sudah berlangsung lama, hampir sudah 7 tahun belum ada juga penyelesainnya, Bahkan Pihak Kementerian LH sempat menyegel pabrik perusahaan PT.Bayas Bioguel ni. Tapi saat ini, pembuangan limbah ke sungai pihak perusahaan tetap dilakukan," ungkap Purwanto Petani Desa kuala Mulya belum lama ini.

Keluhan dan harapan sama juga disampaikan Asmar nelayan desa Bayas Jaya. Disampaikan bahwa sejak ada pencemaran tersebut, masyarakat hanya bisa menanggung kesengsaraan. Makanya, mereka berharap kepada pihak DPRD Inhil bisa membantu menyelesaian permasalahan yang hadapi.

" Tinggal DPRD Inhil aja lagi harapan kami, Makanya kepada bapak-bapak dewan Komisi III DPRD Inhil bisa membantu kami masyarakat yang lemah. Kami hanya minta Sungai Kecil samping pabrik PT.Bayas itu saja ditutup. Karna sungai itu yang menjadi tempat mengalir limbah ke lahan dan Sungai kami, " harap Asmar,*** (pto)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang