Selasa, 12 Oktober 2021 12:46

Disomasi Gapensus Mashuri, Gapensus Mul Mulyadi Balik Beri Peringatan

Gapensus Mus Mulyadi meladeni somasi Gaoensus Mashuri. Memperingatkan agar berhenti membuat organisasu tiruan.

Riauterkini - PEKANBARU - Sejumlah permasalahan kini tengah terjadi di tubuh Gabungan Pengusaha Suku Sakai (Gapensus). Ini buntut dari munculnya Gapensus Mashuri yang belakang diketahui baru terbentuk pada awal 2021 tepatnya pada bulan Februari lalu.

Kemunculan Gapensus Mashuri sendiri di ketahui setelah Gapensus yang diketuai oleh Mus Mulyadi mendapatkan somasi dari Gapensus Mashuri melalui kuasa hukumnya. Dimana dalam somasi itu Gapensus Mashuri menyatakan bahwa pihak mereka adalah Gapensus yang asli. Meski baru didirikan pada tahun 2021 berdasarkan akta nomor 30 tanggal 17 Feburuari 2021 yang dibuat dihadapan Notaris dan PPAT Fitri Zakiyah, SH., M.Kn.

Menurut Hutagalung dan Alponso dari Kantor Advokat Patar Pangasian dan Rekan, yang bertindak sebagi Kuasa Hukum dari Gapensus yang dikomandoi Mus Mulyadi, Gapensus Mashuri diduga melanggar Undang-Undang dan meniru organisasi lain.

"Bahwa pada bulan September 2021 pengurus Gapensus Mus Mulyadi telah menunjuk kami sebagai kuasa hukumnya, berdasarkan keterangan klien kami telah ada Gapensus lain yang didirikan Mashuri padahal sudah ada Gapensus yang asli, jadi organisasi Gapensus Mashuri ini patut diduga yang abal-abal," katanya, Selasa (12/10/21).

Menurut Herbert dan Alponso, Gapensus ini didirikan dengan maksud sebagai wadah pembinaan dan pengembangan bagi pengusaha Suku Sakai.

"Organisasi ini (Gapensus Mus Mulyadi) sebenarnya sudah berjalan semenjak tahun 2006. Dan kemudian 23 Februari 2013 sudah dibuatkan Akta Pendirinya dihadapan Notaris dan PPAT wilayah Kerja Kabupaten Bengkalis," katanya.

Dan sampai saat ini sambung Herbert dan Alponso, Gapensus ini masih tetap eksis dan menggunakan nama dan logo serta simbol-simbol yang sama. saat ini pengurus Gapensus tersebut adalah saudara Mus Mulyadi sebagai ketua dan Abdul Azis sebagai sekretaris dan Fharuli sebagai bendahara untuk periode 2021-2025.

"Kepengurusan ini telah didukung/disahkan 8 (delapan) Batin sakai dan diketahui oleh Bupati Bengkalis saat ini sebagai Pembina. dimana permasalahan ini muncul, ketika ternyata seorang pengurus lama Gapensus yang bernama Mashuri melalui kuasa hukumnya melayangkan somasi kepada Klien kami dengan mengatasnamakan sebagai Gapensus, Gapensus Mashuri ini mengaku baru didirikan," akunya.

Bahwa terhadap somasi Mashuri tersebut telah kami klarifikasi dan kami beri peringatan balik kepada yang bersangkutan karena perbuatan Mashuri yang mendirikan Organisasi dengan menggunakan nama dan lambang serta simbol- simbol yang sama yaitu Gapensus apalagi mengaku sebagai Ketua adalah diduga sebuah tindakan melawan hukum yang melanggar Pasal 266 KUHP (memberikan keterangan - keterangan palsu pada akta otentik) dan Pasal 378 KUHP (menggunakan nama palsu atau martabat palsu).

"Klien saya sudah surati dan peringatkan Mashuri dan kawan-kawan. Klien saya memberi waktu 14 hari untuk tidak mempergunakan nama, logo, dan simbol-simbol dari Gapensus dan membatalkan akta pembentukan Gapensus tersebut yang diduga ada memuat keterangan palsu didalamnya. Terhadap tindakan Mashuri," tandasnya.***(arl)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang