Sabtu, 25 September 2021 07:24

Hari Tani, BPP Bantan Salurkan Ratusan Benih dan Sayuran ke Masyarakat

Sempena memperingati Hari Tani Nasional 61 tahun, BPP Bantan membagikan ratusan bibit benih dan sayuran kepada masyarakat.

Riauterkini-BENGKALIS- Sempena memperingati Hari Tani Nasional 61 tahun yang telah ditetapkan setiap tanggal 24 September, Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian (UPT BPP) Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis menggelar serangkaian kegiatan, Jumat (24/9/21).

Kegiatan di pusatkan di Kantor UPT BPP Kecamatan Bantan Jalan Soekarno Hatta, Desa Selatbaru resmi dibuka oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis H. Tarmizi, S.P, M.Si diwakili Sekretaris Wahyuddin, S.Sos, MM.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya juga langsung dihadiri Camat Bantan diwakili Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Risky Afriandy, S.STP, M.Si, Kepala UPT BPP Kecamatan Bantan, Sanuri, S.Pi dan jajaran petugas UPT BPP, serta sejumlah kepala bidang pada DTPHP Bengkalis.

Kesempatan ini, Sekretaris DTPHP Bengkalis, Wahyudin mengajak bekerja sama untuk membangun pertanian produktif yang mampu memberikan kesejahteraan para petani. Dengan harapan pertanian Indonesia khususnya di Kabupaten Bengkalis semakin maju, mandiri dan modern.

Kemajuan daerah hingga nasional ditentukan oleh percepatan pertanian.

“Kemajuan daerah bahkan kemajuan nasional sangat ditentukan oleh akselerasi pertanian yang mampu dioptimalkan untuk lebih kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekcam Bantan Risky Afriandy mengapresiasi setinggi-tingginya kegiatan yang telah diselenggarakan tersebut. Dia berharap pertanian lebih baik dan menciptakan pertanian yang berkelanjutan.

"Ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen baik dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan, Polsek Bantan, Desa Selatbaru, semoga kedepan pertanian dapat lebih baik dari sebelumnya dan menciptakan pertanian yang berkelanjutan," harapnya.

Ditambahkan, Kepala UPT BPP Kecamatan Bantan, Sanuri, dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ini, disalurkan bantuan kepada masyarakat yakni berupa benih kepada enam kelompok tani (Poktan) atau sekitar 250 penerima. Kemudian paket sayuran diberikan kepada masyarakat sedikitnya lebih dari 500 penerima.

"Dengan pemberian benih diharapkan dapat bermanfaat dan berguna bagi kelompok tani. Selain paket bibit juga pembagian paket sayuran untuk masyarakat dalam rangka Hari Tani Nasional ini," sebut Sanuri.

Sejarah Hari Tani Nasional

Mengutip situs resmi Tanihub, Hari Tani Nasional ini sendiri muncul karena, terciptanya Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang dasar pokok-pokok agraria atau UUPA (Undang-Undang Pokok Agraria).

Pada tahun 1948, Ibu Kota negara Indonesia masih berkedudukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat itu pula, terbentuk juga Panitia Agraria Yogya yang menggodok program program serta rancangan dari UUPA tersebut.

Seiring berjalannya waktu, 12 tahun setelah Panitia Agraria Yogya terbentuk program ini masih banyak mengalami dinamika serta banyak terhenti di pertengahan. Pada tahun 1951, Panitia Agraria Yogya berubah menjadi Panitia Agraria Jakarta dan terus berubah nama hingga menjadi Rancangan Sadjarwo pada tahun 1960. Tepat pada tahun 1960, Undang-Undang Pokok Agraria diterima oleh DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat-Gotong Royong) dibawah pimpinan Haji Zainul Arifin.

UUPA sendiri diciptakan untuk mewujudkan gagasan yang terkandung dalam Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

Selain itu, dibentuknya UUPA bertujuan untuk mengganti aturan hukum agraria kolonial yang berlaku menjadi hukum agraria nasional yang bisa bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Hingga pada akhirnya, melalui Keppres Nomor 169 tahun 1963 Presiden Soekarno meresmikan bahwa tiap tanggal 24 September merupakan Hari Tani Nasional.***(dik/adv)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang