Senin, 20 September 2021 19:48

Evaluasi Pejabat Pemprov Segera Dimulai, tak Berkompeten Siap-siap Non Job

Jadwal evaluasi jabatan sudah disiapkan. Evaluasi jadi dasar penilaian, siapa tak berkompeten, siap-siap non job.

Riauterkini - PEKANBARU - Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) atau pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi segera memasuki tahapan pelaksanaan uji kompetensi.

Tim Panitia Evaluasi Jabatan PTP Pemprov Riau yang di pimpin Prof Dr Ashaluddin Jalil MS, telah menjadwalkan pekan ini, yakni pada 23-24 September. Kemudian pada 27-28 September serta dilanjutkan kembali pada 20-30 September.

"Sudah kita agendakan tanggal serta pejabat yang akan diasessment," kata Prof Ashaluddin Jalil, Senin (20/9/21).

Total pejabat yang dievaluasi sebanyak 48 orang. Masing-masing telah dijadwalkan hari dan tempatnya. Sementara untuk lokasi, tim panitia evaluasi menyiapkan dua tempat. Yakni di UPT Asessment Center di Jalan Ronggowarsito serta di Kantor BKD Jalan Cut Nyak Dien.

Para pejabat yang dievaluasi tersebut menurut Prof Ashaluddin Jalil, selain menjalani uji kompetensi manajerial dan sosial kultural ada juga menjalani presentasi dan wawancara.

Lanjut mantan Rektor Universitas Riau ini, semua pejabat yang menjalani kompetensi manajerial mau pun wawancara akan menjadi dasar penilaian yang akan menjadi pertimbangan bagi pejabat pembina kepegawaian dalam hal ini Gubernur Riau.

"Hasil yang didapat dari wawancara maka diperolehlah poin-poin tertentu yang dikaitkan dengan berbagai sisi terkait apa yang sudah dilakanakan selama ini. Dari situ Pansel akan mengumpulkan poin-poin penilaian oleh setiap Pansel," kata Prof Ashaluddin.

Dari situ akan diketahui, siapa saja pejabat yang memiliki kemampuan atau justru tak layak. Bagi pejabat yang memang dianggap tidak memuaskan berdasarkan hasil penilaian, maka tim panitia evaluasi pun merekomendasikan sesuai kemampuannya.

"Diantara poin itu ada sifatnya memuaskan, sedang atau justru dianggap tak mampu. Hasilnya akan disampaikan kepada gubernur selaku owner semua OPD, dalam artian memperkerjakan orang yang akan didudukan. Kalau tak mampu bisa aja tak menjabat, karena tak mampu. Pak Gubernur tentu sudah punya banyak informasi. Kita ini saling mencocokan," papar Prof Ashaluddin.***(mok)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang