Kamis, 16 September 2021 21:32

Pembunuh Balita 7 Bulan di Rohul Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pelaku YL yang membunuh Balita berusia 7 bulan pakai kapak di Kecamatan Kepenuhan, Rohul, terancam hukuman 15 tahun penjara.

Riauterkini-PASIRPENGARAIAN- Pelaku penganiayaan hingga menyebabkan Balita berusia 7 bulan meninggal dunia di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, pada keterangan pers, Kamis 16 September 2021, mengatakan pembunuhan menggemparkan ini terjadi di lingkungan di Lingkungan PT SJI Nusa Coy Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu pada Rabu pagi 15 September 2021.

Berdasarkan pengakuan pelaku YL (37), ungkap AKBP Eko, sebelum kejadian ibu si Balita laki-laki inisial DHH (7 bulan) bernama Herni Juwita Lase (35) meminta air minum ke anak pelaku yang tinggal satu barak.

Pelaku yang juga berada di dalam baraknaya bertanya ke Herni apa mereka tidak punya air minum di rumah, dan dijawab ibu si Balita bahwa air di rumahnya baru selesai dimasak sehingga masih panas.

Pelaku juga menanyakan hal serupa ke suami Herni bernama Nodieli Hia di depan rumahnya, dan dijawab ayah si Balita air mereka masih panas.

"Saat itu pelaku mengambil kapak di sepeda motornya dan langsung mengayunkan ke arah ayah korban. Karena ketakutan, ayah korban kabur ke belakang rumah," jelas AKBP Eko di Mapolres Rokan Hulu.

Merasa belum puas, pelaku YL yang masih membawa kapak masuk ke rumah korban dan menghampiri Herni.

"Ibu korban juga ketakutan dan langsung melarikan diri ke belakang rumah. Sedangkan pelaku segera mengambil si Balita yang saat itu tertidur beserta ayunan," kata Kapolres.

Saat kejadian, tambah AKBP Eko, warga setempat sempat mencegah dan mencoba mengambil korban dari tangan pelaku, namun tidak berhasil. Pelaku yang tampak kalap juga sempat membakar dua sepeda motor milik Nodieli.

Tak berselang lama, sekira pukul 10.00 WIB, pelaku meletakkan korban yang masih dalam ayunan ke tanah dan pelaku lantas dua kali mengayunkan kapak ke bagian perut si Balita, hingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.

Pasca menghabisi nyawa si Balita, pelaku YL kabur ke arah belakang barak. Melihat kejadian itu, warga beramai-ramai langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya.

"Pelaku terdesak di hutan dan sungai yang akhirnya pelaku ditangkap warga," terang AKBP Eko.

Pelaku yang ditangkap warga sempat menjadi bulan-bulanan warga hingga personel Polsek Kepenuhan tiba di TKP dan langsung mengamankan pelaku ke Mapolsek.

Saat diinterogasi, pelaku ke Polisi ia menghabisi nyawa si Balita karena sakit hati dengan orang tua korban yang sering minta air minum ke baraknya.

Pelaku mengaku awalnya akan melampiaskan sakit hatinya ke orang tua korban, karena tidak kesampaian ia dengan tega menghabisi nyawa si Balita.

Atas perbuatannya, pelaku YL diancam Pasal 76 C dengan ketentuan Pidana Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

AKBP Eko mengaku untuk mengetahui lebih jelas, Kepolisian masih menggali dan mendalami motif lain, termasuk kejiwaan pelaku.

"Sekira dua pekan ke depan kasus ini akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pasirpengaraian guna diproses hukum lebih lanjut," tandas Kapolres Rokan Hulu,AKBP Eko.***(zal)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang