Kamis, 16 September 2021 11:49

TPID Kota Pekanbaru dan Kota Dumai Raih Trofi dan Sertifikat TPID Award 2021

TPID Pekanbaru dan Dumai meraih TPID Award. TPID Berkinerja Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Sumatera.

Riauterkini-PEKANBARU-Menindaklanjuti capaian TPID Kota Pekanbaru pada TPID Award 2021 sebagai TPID Berkinerja Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Sumatra dan TPID Kota Dumai sebagai nominator TPID Berkinerja Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Sumatera, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yang diwakili oleh Asisten Deputi Fiskal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dr. Gunawan Pribadi, S.E., M.B.T., Ak., C.A., datang langsung ke Pekanbaru untuk menyerahkan trofi dan sertifikat penghargaan kepada TPID Kota Pekanbaru dan TPID Kota Dumai. Prosesi penyerahan tersebut dilaksanakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Kamis (16/9/21).

Hadir pada acara tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Decymus, , Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, S.T., M.T, dan Walikota Dumai H. Paisal, S.K.M., M.A.R.S. Sementara itu, Gubernur Provinsi Riau Drs. Syamsuar, M.Si hadir secara virtual dan memberikan sambutan. Kegiatan ini juga disaksikan secara virtual oleh para Bupati dan seluruh anggota TPID se-wilayah Riau.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Decymus, selaku tuan rumah, menyampaikan bahwa raihan TPID Kota Pekanbaru dan TPID Kota Dumai dalam TPID Award 2021 merupakan sejarah baru.

"Untuk pertama kalinya, Kota Pekanbaru berhasil memperoleh gelar TPID Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Sumatera pada pada ajang bergengsi Tim Pengendalian Inflasi Daerah Award (TPID Award) tahun 2021 atas penilaian kinerja tahun 2020," terangnya.

Penghargaan tersebut, tambah Decymus disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri dan Bank Indonesia dan dipimpin langsung oleh Bapak Presiden RI di Istana Negara pada Rabu, 25 Agustus 2021 lalu.

Tidak hanya Kota Pekanbaru, TPID Kota Dumai juga menjadi salah satu dari tiga nominator TPID terbaik bersama Kota Pekanbaru dan Palembang. Artinya, 2 dari 3 kota yang menjadi kota survei inflasi nasional di Riau menjadi kota dengan pengendalian inflasi terbaik di Kawasan Sumatera.

"Sinergi yang terbangun memberikan bukti nyata bahwa langkah pengendalian inflasi, terutama bahan kebutuhan pokok yang dilakukan TPID, telah berjalan optimal dalam memitigasi potensi lonjakan harga yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, yang sudah terpukul karena pembatasan aktivitas dan mobilitas," kata Decymus.

Pencapaian prestasi TPID di Riau tidak terlepas dari berbagai aspek yang dilakukan mulai dari Proses, Output, hingga Outcome, yang menjadi komponen penilaian dalam TPID Award. Seluruh langkah perbaikan dari ketiga aspek tersebut bermuara pada terkendalinya inflasi serta volatilitas harga di Pekanbaru dan Dumai.

Dari sisi realisasi inflasi, kedua Kota tersebut berhasil menjaga inflasi pada rentang target 3±1% dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut bersumber dari terjaganya inflasi Kelompok Bahan Makanan yang selalu menjadi penyumbang utama inflasi di Riau.

Sementara itu, dari sisi volatillitas atau gejolak harga, pergerakan inflasi dari bulan ke bulan juga lebih stabil dari tahun-tahun sebelumnya.

"Ke depan, diharapkan langkah-langkah strategis tetap dilanjutkan dalam forum TPID untuk memperkuat pengendalian inflasi dan sekaligus mempertahankan dan mendorong TPID se-Riau untuk juga meraih penghargaan pada penyelenggaraan TPID Award pada tahun berikutnya. Pertama, tetap menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga, utamanya barang kebutuhan pokok, dengan mengatasi kendala produksi dan gangguan distribusi. Kedua, pengendalian inflasi diperluas tidak hanya pada stabilisasi harga saja tapi juga pengembangan sektor-sektor ekonomi produktif. Dalam hal ini, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan UMKM dengan mengenalkan teknologi dan mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian menjadi barang jadi. Ketiga, mendorong petani dan UMKM naik kelas dengan mengenalkan pada platform digital untuk memperluas pemasaran dan memperpendek rantai distribusi," ungkap Decymus.

Selanjutnya, Asisten Deputi Fiskal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dr. Gunawan Pribadi, S.E., M.B.T., Ak., C.A. menyampaikan Perkembangan Laju Inflasi hingga Agustus 2021, Efektivitas Kinerja TPIP-TPID dalam Menekan Laju Inflasi, serta Evaluasi Kinerja TPID se-Provinsi Riau. Kinerja TPID se-Riau tahun 2020 secara umum mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari partisipasi TPID se-Riau dalam evaluasi kinerja TPID tahun 2019 meningkat dari 92% menjadi 100%.

"Kinerja TPID se-Riau juga turut meningkat, baik TPID Provinsi, TPID Kota IHK dan TPID Kota non-IHK. Hal ini tercermin dari peningkatan seluruh aspek penilaian TPID Award (proses, output, outcome) pada TPID Provinsi, TPID Kota IHK dan TPID Kota non-IHK. Bahkan 2 dari 3 kota yang menjadi kota survei inflasi nasional di Riau menjadi kota dengan pengendalian inflasi terbaik di Kawasan Sumatra. Di sisi lain, terdapat ruang improvement untuk TPID se-Riau, yakni meningkatkan kinerja pada aspek proses," terangnya.

Walikota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, S.T., M.T. menyampaikan rasa haru dan bahagia atas raihan TPID Kota Pekanbaru sebagai TPID Berkinerja Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Sumatra 2021.

"Ada 4 langkah kunci keberhasilan TPID Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru secara disiplin melaporkan kegiatan dan perkembangan inflasi kepada Kementrian Koordinator Perekonomian Melalui Tim Pengendalian Inflasi Nasional (TPIN), Melaksanakan kegiatan High Level Meeting (HLM) secara maksimal dengan mengundang seluruh anggota tim TPID, Melaksanakan komunikasi dan mengikuti rapat-rapat koordinasi dengan Provinsi Riau bersama institusi teknis lainya, Mengeluarkan berbagai kebijakan Kepala Daerah dengan menerbitkan Surat Keputusan dan melakukan kerjasama dengan daerah lain dalam rangka mendukung program pengendalian inflasi daerah," terang Firdaus.

Pemerintah Kota Pekanbaru menurutnya juga memberikan dukungan dan dorongan untuk pengembangan Badan Usaha Milik Daerah yakni PT Sarana Pangan Madani (PT SPM) untuk selalu berinovasi meningkatkan hasil pertanian dengan berbagai upaya antara lain Menerapkan program pertanian yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

"PT. SPM berperan sebagai operator sekaligus off taker hasil pertanian (sisi hulu) sementara di sisi hilirnya PT. SPM menggandeng RPM (Rumah Pangan Madani) sebagai outlet penjualan yang tersebar di setiap Kecamatan di Kota Pekanbaru. Melakukan diversifikasi hasil pertanian, Menerapkan teknologi digital sehingga dapat melakukan effisiensi hasil produksi dan menekan ongkos produksi, Transformasi digital di PT. SPM serta kelompok tani binaan PT. SPM, Mendorong perluasan pangsa pasar ke daerah lain di Provinsi Riau dan luar Provinsi Riau, Memberikan iklim usaha yang kondusif dengan memberikan perizinan yang mudah dan murah serta pemberian suntikan bantuan modal yang berbunga rendah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit lainnya," terang Wako Pekanbaru.

Walikota Dumai H. Paisal, S.K.M., M.A.R.S. turut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian atas apresiasi kepada TPID Kota Dumai yang dinobatkan sebagai nominasi TPID Berkinerja Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Sumatra 2021.

"Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari kerjasama Tim Pengendalian Inflasi Kota Dumai yang solid serta bimbingan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta tim dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau. Salah satu faktor kunci keberhasilan TPID Kota Dumai menjadi nominasi TPID Berkinerja Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Sumatra 2021 yaitu mengusung Program Kerja Unggulan yang memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Dumai," kata Faisal.

Di tahun 2020, sambungnya, TPID Kota Dumai mengangkat “Program Pengembangan Tanaman Cabe Merah di Kota Dumai” sebagai Program Kerja Unggulan TPID Tahun 2020. Program ini diusung mengingat Kota Dumai merupakan kota dengan tingkat kebutuhan konsumsi cabe yang tinggi, namun masih mengalami kondisi defisit. Pelaksanaan Program Unggulan tersebut didukung oleh dana APBD dengan realisasi Rp397.558.700 dan dana APBN dengan realisasi Rp461.801.440.

"Program tersebut diimplementasikan di 3 kecamatan dan 13 kelurahan sebagai pilot project, yaitu di Kecamatan Sungai Sembilan, Kecamatan Medang Kampai dan Kecamatan Bukit Kapur. Dalam mengawal Program Unggulan tersebut, TPID Kota Dumai melakukan pembinaan, pendampingan, penyuluhan, serta penyaluran bantuan berupa handtractor, cultivator, serta electric handsprayer. Hasilnya, produksi cabai merah mampu menjaga pasokan cabai di Kota Dumai menjadi lebih stabil yang kemudian bermuara pada stabilnya harga cabai di Kota Dumai," terang Wako Dumai.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Riau Drs. H. Syamsuar, MSi dalam arahannya mengucapkan selamat atas penghargaan TPID Award 2021 yang diterima oleh TPID Kota Pekanbaru sebagai TPID Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota dan TPID Dumai sebagai nominator TPID Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota.

"Penghargaan tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan program pengendalian inflasi yang dilakukan oleh TPID Kota Pekanbaru dan Kota Dumai. Capaian yang diraih TPID Kota Pekanbaru dan TPID Kota Dumai diharapkan dapat menjadi contoh dan memberikan motivasi bagi TPID lainnya yang ada di Provinsi Riau, agar secara berkelanjutan terus melakukan inovasi dalam upaya pengendalian inflasi, tidak hanya untuk menjaga daya beli masyarakat namun juga kesejahteraan petani," kata Gubri Syamsuar.

Berpedoman pada Arahan Pesiden RI, tambahnya, Gubernur Riau mengharapkan program TPID perlu diperluas pada pengembangan sektor-sektor ekonomi produktif, peningkatan produktivitas sektor pertanian dan UMKM dengan mengenalkan teknologi pertanian, dan pengenalan platform digital kepada petani dan UMKM untuk memperluas pemasaran produknya.

"Kepada TPID Kota Pekanbaru dan Dumai diharapkan juga tetap konsisten melakukan upaya pengendalian inflasi dan mampu mempertahankan award yang telah diperoleh. Berbagai inovasi untuk menjaga ketersediaan pasokan yang seimbang dengan kebutuhan masyarakat dan memudahkan masyarakat mengakses barang-barang kebutuhannya hendaknya terus dilakukan, dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi," pungkasnya.*(H-we)

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang