Ahad, 12 September 2021 01:02

PHR Berkomitmen Zero LTI pada Pengelolaan Blok Rokan

PHR berkomitmen untuk "Zero LTI” atau nihil Lost Time Incident (kecelakaan yang menyebabkan terjadinya kehilangan waktu kerja) dalam menjalankan operasi di Blok Rokan.

Riauterkini-PEKANBARU-Pertamina Hulu Rokan (PHR) berkomitmen menjalankan operasi di Blok Rokan dengan prioritas pada aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE). Salah satunya melalui kegiatan PHR Energy Time pada 8 September 2021 secara daring.

Kegiatan ini merupakan ajang internal perusahaan untuk para pekerja WK Rokan dengan Manajemen yang membahas penciptaan lingkungan kerja selamat dan aman dengan target pengeboran masif terutama di masa pandemi Covid-19. Salah satu hal yang menjadi topik utama adalah komitmen “Zero LTI” atau nihil Lost Time Incident (kecelakaan yang menyebabkan terjadinya kehilangan waktu kerja).

“Tugas kami sesuai dengan tujuan utama perusahaan yaitu mengelola risiko dan menciptakan operasi yang selamat. Komitmen HSSE PHR diantaranya mematuhi peraturan, mengendalikan risiko dan menjalin kerja sama dengan semua pemangku kepentingan diwujudkan dengan penerapan SUPREME dan HSSE Golden Rule milik Pertamina, yaitu 1. Patuhi, 2. Intervensi dan 3. Peduli," kata Vice President Health, Environment and Safety PHR WK Rokan, Bambang Widjanarko.

"Keselarasan dalam mengutamakan keselamatan beroperasi tentu menjadi yang utama dalam upaya PHR untuk mengelola Blok Rokan menjadi salah satu tulang punggung penyedia energi dalam visi strategi satu juta barel produksi migas di tahun 2030,” lanjutnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus dalam kesempatan terpisah menyampaikan pentingnya keselamatan (safety) sebagai prioritas utama.

"Sebagaimana standar industri migas, Blok Rokan harus terus mengutamakan keselamatan dalam beroperasi, mengidentifikasi dan memitigasi risiko dan memastikan sumber daya manusianya dapat bekerja dalam kondisi nyaman, sehat dan selamat," katanya.

Ia juga menambahkan, Blok Rokan adalah wilayah kerja yang menjadi backbone utama dalam strategi visi satu juta barel tahun 2030. SKK Migas bersama Pertamina Hulu Rokan sebagai operator wajib memastikan kesehatan dan keberlangsungan operasi yang selamat.

"Saat seluruh dunia menghadapi tantangan pandemi COVID-19 dan operasi tetap harus berjalan, SKK Migas harus memastikan seluruh pekerja hulu migas yang bekerja telah tervaksin secara lengkap," terangnya.

Pertamina berkomitmen untuk mempertahankan produksi paska alih kelola dengan melakukan pengeboran yang telah ditetapkan dalam kurun waktu Agustus - Desember 2021 sebanyak 161 sumur.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang