Kamis, 5 Agustus 2021 08:31

Pansus Kode Etik dan Tata Beracara DPRD Riau Stuban ke DPRD Payakumbuh

Untuk mendapatkan masukan dan pembanding, Pansus Kode Etik dan Tata Beracara DPRD Riau ke Sumbar. Stuban ke DPRD Payakumbuh.

Riauterkini-PAYAKUMBUH-Kode Etik dan Tata Beracara DPRD Provinsi Riau masih berpolemik diantara anggota dewan. Untuk mendiskusikannya, Pansus Kode Etik dan Tata Beracara DPRD Riau Kunjungi DPRD Payakumbuh.

Polemik itu diantaranya, adanya anggota dewan yang tidak hadir dalam sejumlah agenda yang telah ditetapkan, tidak diketahui, apakah yang bersangkutan sedang hadir dengan urusan masyarakatnya, atau memang tidak hadir karena hal lain.

Tentu kondisi ini tidak bisa disimpulkan, yang bersangkutan lalai terhadap kewajiban, atau yang bersangkutan memang ada keperluan yang lebih mendesak.

Dalam media sosial resmi Humas DPRD Provinsi Riau diposting, Panitia Khusus (Pansus) Kode Etik dan Tata Beracara DPRD Provinsi Riau melakukan Kunjungan Observasi ke DPRD Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (03/08/21).

Dipilihnya DPRD Kota Payakumbuh, tentu ada alasan tertentu, apakah DPRD Payakumbuh juga pernah berpolemik seperti yang dialami DPRD Riau?

Lebih lanjut dalam postingan media sosial Humas DPRD Riau itu, dijelaskan, rombongan pansus dipimpin Ketua Pansus, Eddy A Mohd Yatim, didampingi Wakil Ketua Pansus, Syamsurizal, Anggota Pansus, Abu Khoiri, Dona Sri Utami, Farida H Saad, Manahara Napitupulu, Mira Roza, Nurzafri, Robin P Hutagalung dan Yanti Komalasari.

Melihat dari pansus yang hadir, boleh dikatakan merupakan anggota DPRD Provinsi Riau yang selama ini diketahui publik merupakan anggota dewan selalu hadir dalam berbagai acara di DPRD alias tidak lalai. Rombongan ini diterima Kepala Bagian (Kabag) Hukum Persidangan DPRD Kota Payakumbuh Wengky.

Ketua Pansus Eddy A Mohd Yatim mengatakan bahwa DPRD Provinsi Riau mendapatkan informasi di Kota Payakumbuh sudah ada Peraturan Dewan terkait Kode Etik dan Tata Beracara. Sehingga Pansus DPRD Provinsi Riau ingin melakukan diskusi terkait hal tersebut.

Dari pernyataan Eddy A Mohd Yatim tersebut, didapatlah jawaban, kalau alasan Pansus Kode Etik dan Tata Beracara DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan observasi.

Pertanyaan demi pertanyaan terus dilontarkan pansus dari Riau ini. Anggota Pansus, Nurzafri bertanya apakah DPRD Kota Payakumbuh ini pernah melaksanakan Kode Etik dan Tata Beracara ini kepada anggota dewan yang bermasalah?

Kabag Hukum Persidangan DPRD Kota Payakumbuh Wengky, menjawab bahwa DPRD Kota Payakumbuh belum ada melaksanakan hal tersebut, karena pada periode sebelumnya tidak ada dewan yang bermasalah.

Ternyata, DPRD Kota Payakumbuh tidak ada anggotanya yang bermasalah seperti yang tengah terjadi polemik dikalangan DPRD Provinsi Riau.

Kemudian, Anggota Pansus, Mira Roza juga menanyakan beberapa hal dalam mekanisme pansus, seperti pemberian reward dan punishment kepada anggota, dengan tujuan agar anggota termotivasi secara maksimal untuk menghadiri acara Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Reward dan punishment, memang belum pernah terdengar dalam waktu dekat ini diberikan kepada anggota DPRD Provinsi Riau karena rajinnya dalam menghadiri sejumlah acara yang telah terjadwal.

Mira Roza juga menyebut, kalau pihaknya mengalami dilema, dilema itu apakah anggota DPRD yang tidak hadir karena ada acara lain yang harus dihadiri ditengah masyarakat, atau memang tidak hadir karena alasan lain.

Akibatnya, pansus tidak bisa menyimpulkan apakah anggota dewan yang tidak hadir itu melalaikan kewajiban, sehingga menjadi polemik dikalangan dewan sendiri.

Polemik ini akan berimbas kepada pasal-pasal dalam ranperda nantinya, makanya kunjungan observasi ke DPRD Kota Payakumbuh ini guna mencari solusinya.

“Disisi lain, kami juga mengalami dilema, karena bisa jadi anggota tidak hadir karena sedang menghadiri urusan dimasyarakat, atau hal lainnya. Sehingga tidak bisa kita menyimpulkan bahwa yang bersangkutan lalai dari kewajibannya. Hal ini yang masih menjadi polemik diantara kawan-kawan. Apakah wacana ini kita lanjutkan di dalam pasal-pasal pada ranperda ini nantinya? Jika DPRD Kota Payakumbuh pernah mengalami situasi seperti itu, bagaimana solusinya?," ucap Mira Roza.(Advertorial Humas DPRD Riau/noprio sandi)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang