Ahad, 25 Juli 2021 16:22

Akses Putus dan Jalan Nyaris Amblas,
Warga Penampi, Bengkalis Minta Pembangunan Tali Air

Menyusul akibat air anak sungai terlalu deras, jalan lingkungan Sukamaju, Desa Penampi Bengkalis puluhan meter nyaris amblas. Warga meminta Pemkab Bengkalis membangun saluran air.

Riauterkini-BENGKALIS- Akibat gerusan air mengalir anak sungai dari kawasan perkebunan yang berada di Jalan Sukamaju Desa Penampi (Kampung Nanas), Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, mengakibatkan sekitar 50 meter badan jalan yang sudah di semenisasi nyaris amblas dan sangat membahayakan. Dan, badan jalan hanya bisa dilalui kendaraan sepeda motor.

Tidak hanya badan jalan pemukiman sekitar 150 kepala keluarga di wilayah itu yang terancam, tingginya permukaan air akibat curah hujan juga mengakibatkan perkebunan nanas sekitar ratusan hektar milik warga berada di sepanjang dua kilometer (KM) mengarah ke Jalan Sekda terendam banjir, serta menutup akses jalan karena sangat sulit untuk dilalui.

Dengan kondisi itu, masyarakat setempat meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis segera membangunkan saluran air atau tali air di wilayah perkebunan yang menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat itu.

Demikian diungkapkan salah seorang Penggiat Perkebunan di Desa Penampi, Amirudin (41) saat menyampaikan aspirasi dan keluhannya ke Anggota DPRD Bengkalis Askori disela-sela meninjau langsung badan jalan nyaris amblas dan perkebunan rawan terendam banjir, Ahad (25/7/21).

"Karena aliran air di atas tidak terkelola dengan baik jadi air mengalir hanya di satu arah, sehingga deras dan mengakibatkan kondisi badan Jalan Sukamaju ini terancam amblas puluhan meter. Air dari darat tidak terserap lagi jadi seperti itu, kalau hujan lebat kebun-kebun nenas terendam dan jalan sangat sulit untuk dilalui," ucap Amirudin didampingi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Khairudin, Ketua BUMDes Syamrizal, dan Ketua RT 03/RW 02 Dusun Makmur, Suhanto.

Apalagi katanya, kawasan pemukiman dan juga perkebunan itu berada di struktur lahan gambut.

"Oleh karena itu, kami sangat berharap pemerintah memandang hal ini. Jalan dan saluran airnya hanya mengalir di satu arah. Kedepan kalau bisa digali dan arah alirannya menjadi terbagi-bagi jadi masalah ini teratasi," kata pria yang juga Ketua Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Penampi ini lagi.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Anggota DPRD Bengkalis Askori menyebutkan, dirinya akan menyampaikan persoalan ini ke Bupati Bengkalis Kasmarni agar segera ditindaklanjuti.

Pada prinsipnya persoalan pembangunan insfrastruktur akan dirinya komunikasikan dengan kepala daerah yang memiliki kewenangan agar fasilitas di perkebunan diperhatikan.

"Badan jalan di pemukiman hampir runtuh akibat gerusan air itu dan sangat membahayakan, namun belum sepenuhnya diperhatikan. Apalagi air yang tidak mengalir merusak jalan dan sangat sulit dilalui bahkan bisa-bisa buah dibiarkan busuk di tempat padahal daerah ini tidak jauh dari Kota Bengkalis," ujarnya.

Askori juga merasa prihatin dengan kondisi yang dilihatnya langsung itu, karena masih ada insfratruktur yang tertinggal. Bahkan sempat menyaksikan ibu-ibu sedang kepayahan melintasi jalan karena rusak.

"Saya sebagai anggota DPRD sangat prihatin dengan insfratruktur yang masih ada tertinggal ini dan mengharapkan Bupati Bengkalis segera dapat menganggarkannya," harapnya.

"Kita juga mencapai lokasi tadi jalan kaki hampir tiga kilometer karena sulitnya di tempuh dengan kendaraan, jadi begini yang dirasakan oleh masyarakat di sini dan ada ratusan hektar perkebunan, baik tumpang sari maupun tidak dan hasilnya kelihatan bagus," imbuhnya.

Jalan Putra Nelayan Terjun ke Sungai

Tidak hanya meninjau lokasi jalan akses perkebunan nyaris amblas akibat gerusan air, Askori juga meninjau lokasi Jalan Putra Nelayan Desa Penampi. Berada persis di samping Kantor Desa, badan jalan hampir sepanjang 100 meter sebagai akses nelayan setempat juga amblas dan miring ke arah anak sungai.

Badan jalan seperti tebing itu, sudah tidak dapat dilalui dengan kendaraan bahkan ada yang memaksa melewati namun kerap dilaporkan terjatuh.***(dik)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang