Sabtu, 24 Juli 2021 20:57

Sedang Pandemi, Panitia Kurban Masjid Ikhlas Sukajadi Pekanbaru Terapkan Prokes Covid-19 dan Aturan Baru

Proses pemotongan hewan kurban di Masjid Ikhlas, Sukajadi, Pekanbaru, berjalan lancar. Berhubung sedang pandemi, panitia menerapkan sejumlah aturan baru agar virus itu tidak terus berkembang.

PEKANBARU-RIAUTERKINI-Seperti Idul Adha tahun-tahun sebelumnya, Masjid Ikhlas Sukajadi, Pekanbaru tahun ini kembali memotong hewan kurban, Selasa (20/7/21) lalu.

"Tahun ini ada 30 ekor sapi yang kami sembelih, alhamdulillah," kata salah seorang panitia, Abdul. Selain sapi, juga ada beberapa ekor kambing.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini panitia menerapkan sejumlah aturan baru agar virus Corona tidak semakin berkembang. Selain menyiapkan masker, air cuci tangan, panitia juga tak henti-henti mengingatkan warga untuk tetap menjaga jarak satu sama lain dan tidak berkerumun.


Dapur Umum Dipindahkan
Di masjid itupun, panitia mengubah peraturan yang selama bertahun-tahun diterapkan, yaitu, panitia bagian dapur (kaum ibu dari masing-masing RT) tidak lagi memasak hidangan makan siang untuk panitia di sekitar masjid.

Keramaian dan kemeriahan acara masak-memasak daging kurban untuk makan siang itu, dialihkan ke masing-masing RT. Setiap RT hanya diizinkan mempekerjakan lima orang dan kebagian masakan yang berbeda.

"Misalnya, RT 01 memasak aneka sayur, RT 02 gulai kambing dan RT 03 memasak camilan dan seterusnya," kata Mawar, Ketua RT 01.

Ia dan tim kecilnya bekerja menyiapkan makanan sesuai kesepakatan lalu mengantarkannya ke masjid. Hal serupa dilakukan oleh tim di RT lainnya. Mereka datang secara bergantian. Selama proses memasakpun para ibu ini tetap diingatkan dan terus untuk mengenakan masker dengan disiplin.

"Maklumlah, kami ini dah tua-tua, rentan," kata salah seorang nenek yang datang didampingi putrinya. Sewaktu-waktu saat sang ibu lupa, ia cepat mengingatkan agar posisi maskernya diperbaiki.

"Percuma pakai masker kalau hidung masih terbuka, makanya pakai maskernya harus benar," kata sang anak.

Kewaspadaan warga terhadap penyebaran Virus Corona di sekitar wilayah itu memang cukup tinggi, karena sudah beberapa orang jamaah masjid itu yang meninggal karena positif Covid-19. Demikian pula seruan untuk mengikuti vaksin, mereka ikuti dengan patuh.

Walaupun diakui kemeriahan masak memasak ini berkurang dibandingkan tahun-tahun lalu yang penuh canda tawa, namun mereka sepakat, hal itu lebih baik daripada mereka harus menderita penyakit itu.

"Ya iyalah kurang seru, karena beberapa teman yang tahun kemarin ikut memasak bersama kami, sekarang sudah tidak ada. Tapi apa boleh buat, begini kondisinya sekarang. Kita patuhi saja. Disuruh pakai masker, ya pakai masker, karena itu untuk diri kita sendiri juga," kata ibu lainnya.

"Kita sedih dan merasa kehilangan. Semoga virus ini cepat berlalu, sehingga anak-anak bisa balik ke masjid dan sekolah lagi seperti sedia kala," kata Yanti, salah seorang warga sekaligus jamaah Masjid Ikhlas.(yan)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang