Sabtu, 24 Juli 2021 20:47

Opini,
Etika dan Peran Baru Akuntan Menghadapi Era New Normal

Pandemi Covid 19 memberikan banyak dampak negatif pada berbagai sektor, tidak terkecuali profesi Akuntan.

PANDEMI- Covid 19 memberikan banyak dampak negatif pada berbagai sektor. Dampak negatif tersebut melanda seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali profesi akuntansi. Akuntan memiliki peran kunci dalam perekonomian global, yakni untuk menyediakan informasi keuangan melalui pengolahan data-data aktivitas bisnis menjadi informasi strategis manajerial dan keuangan. Operasional perusahaan tidak dapat dipisahkan dengan transaksi terkait keuangan.

Dengan ada peristiwa pandemi yang membuat banyak perusahaan mengalami kebangkrutan, perusahaan harus mulai bangkit menjalankan operasional usahanya dengan lebih bijak dalam menata keuangannya. Maka dari itu sangat diperlukan para profesional keuangan yakni akuntan untuk melakukan pekerjaan akuntansi tersebut. Secara garis besar profesi akuntansi dapat digolongkan menjadi akuntan ekstern, akuntan intern, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik.

Profesi akuntan perlu mencermati perkembangan kondisi bisnis yang sangat dinamis saat kondisi pandemi ini untuk dapat selalu beradaptasi dengan baik. Peristiwa tak terduga ini mempengaruhi prinsip-prinsip akuntansi untuk bisnis dalam keadaan normal sehingga perlu dilakukan modifikasi yang substansial. Keluasan cakupan modifikasi sangat bergantung pada progesi pandemi, akan tetapi progresi pandemi sampai saat ini masih sangat sulit diprediksi. Dalam melaksanakan pekerjaan sebagai penyedia informasi keuangan tersebut, tentunya para akuntan perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi pandemi ini dengan memperkaya kecakapan diri sebagai profesi akuntan.

Menurut Chief Executive of Association of Chartered Certified Accountants dalam wawancara ekslusifnya mengungkapkan bahwa skill akuntansi yang dibutuhkan saat ini adalah berbeda dari 10 tahun yang lalu dan akan berubah lebih cepat seiring berkembangnya teknologi. Skill akuntansi yang dibutuhkan tersebut adalah:

(1) Technical and ethical competencies, 

(2) Intelligence,

(3) Creativity,

(4) Digital quotient,

(5) Emotional Intelligence,

(6) Vision, dan

(7) Experience.



Penelitian Rosmida (2019) menunjukkan bahwa akuntan harus mulai melakukan peningkatan kompentensi bidang akuntansi dan informasi teknologi agar dapat bersaing di era revolusi industri 4.0 dan Society 5.0. Adapun keahlian lain yang harus dimiliki akuntan dalam menyongsong revolusi industri 4.0 adalah kemampuan berpikir secara kritis dan analitis. Selain skill dan kompetensi, hal terpenting lainnya yang harus dimiliki seorang akuntan baik dari tahun sebelumnya hingga sekarang adalah perilaku etis. terdapat 8 prinsip etika akuntan yang tercantum dalam kode etik akuntan Indonesia, yaitu tanggung jawab profesi, kepentingan publik, integritas, objektivitas, kompetensi dan kehati-hatian professional, kerahasiaan, perilaku professional, dan standar teknis. Dalam era new normal ini, akuntan harus meningkatkan skill, kompetensi, serta sifat dasar yaitu perilaku etis. Di era new normal pula menuntut akuntan untuk mampu memanfaatkan teknologi yang semakin berkembang pesat.

Akuntan tidak hanya meningkatkan skill dan kompetensi di bidang akuntansi, tetapi juga harus berkolaborasi dengan bidang ilmu selain akuntansi, hal ini dikarenakan jika akuntan tidak mau berubah dan beradaptasi dengan cepat atas perubahan menuju new normal, baik pengetahuan, kompetensi, penguasaan teknologi, minat belajar ataupun dari segi sifat akan mudah tersingkir dari dunia persaingan yang semakin bebas ini, sehingga akuntan kini harus mulai memikirkan cara beradaptasi, baik pengetahuan, kompetensi, penguasaan teknologi agar kondisi dan potensi teknologi saat ini tidak menggantikan peranan dan fungsinya.

Dampak pandemi Covid-19 telah memaksa seluruh instansi pemerintah merubah pola kerja pegawainya semula bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO) menjadi bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH), termasuk mekanisme kerja Auditor Internal Pemerintah untuk melaksanakan tugasnya secara online menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Pandemi Covid19 telah memberikan pelajaran penting bagi auditor internal pemerintah agar memiliki kompetensi melaksanakan proses Audit menggunakan komputer atau dikenal denganistilah Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) atau Computer Assisted Audit Techniques (CAAT).

Dengan demikian, pada masa era disrupsi digital dan masyarakat hidup berdampingan dengan Covid-19 melalui terobosan kembali ke new normal, akuntan dituntut untuk berdamai dengan teknologi karena menjadi kebutuhan utama bagi akuntan dalam menjalankan pekerjaanya. Kondisi dan potensi teknologi saat ini mampu menggantikan peranan dan fungsinya, untuk itu akuntan harus memikirkan cara beradaptasi, baik pengetahuan, kompetensi dan penguasaan teknologi Selanjutnya, selain skill dan kompetensi tersebut, hal terpenting lainnya yang harus dimiliki akuntan yakni perilaku etis.***

Penulis :

Afdhal Khairi

M. Hasyim Mas’ud

(Penulis merupakan mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Muhammadiyah Riau)

Pembimbing :

Bapak Agustiawan, SE., M.Sc.,Ak

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang