Sabtu, 24 Juli 2021 12:09

Cegah Gangguan Kamtib di Lapas jadi Atensi Kemenkum HAM Riau

Mencegah gangguan keamanan di Lapas menjadi pembahasan khusus FGD yang digelar Kemenkum HAM Riau. Jajaran Lapas harus siap mengantisipasi termasuk penindakan terhadap penyelundupan HP.

Riauterkini-BENGKALIS- Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) Riau undang seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan beserta KPLP dan Kepala KPR di Ruang Serbaguna Ismail Saleh Kantor Wilayah Kemenkum HAM Riau, Kamis, (22/7/21) untuk mengikuti kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) dengan bertajuk "Tindakan Pengamanan terhadap Gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas/Rutan se Riau".

Dikatakan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis, Edi Mulyono mengatakan bahwa kegiatan FGD langsung dipimpin oleh Kepsla Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kemenkum HAM Riau, Maulidi Hilal.

Sebelum memulai FGD semua peserta diwajibkan mengikuti apel pagi yang dimulai dari pukul 07:30 WIB untuk dilakukan pemeriksaan pasukan.

"Kita mulai acara Kamis 22 Juli 2021 bertempat di Kanwil Kemenkumham Riau, diawali dengan apel pagi periksa barisan Ka.UPT dan KPLP se-Riau, dimulai dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 17.00 WIB," kata Edi Mulyono, Sabtu (24/7/21).

FGD diawali oleh Kadiv Pemasyarakatan, Hilal yang memimpin apel pagi bersama dalam rangka penegakan disiplin serta melakukan pemeriksaan pasukan yang terdiri dari Kepala Unit Pelaksana Teknis, Kepala KPLP dan Kepala KPR.

"Kegiatan FGD Bidang Keamanan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Pujo Harinto. Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini bertujuan untuk menciptakan rasa keamanan dan ketertiban yang kondusif, dimana apabila dalam suatu organisasi tidak tercipta rasa aman atau terjadi gangguan keamanan, maka akan berpengaruh pada seluruh aspek," kata Edi mengutip pernyataan Kakanwil Kemenkum HAM Riau Pujo Harinto.

Disampaikan Pujo Arinto pembinaan tidak akan terlaksana dengan efektif. Begitu juga dengan perawatan dan pelayanan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) lainnya bilamana ada gangguan keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, Kadiv Pemasyarakatan, Maulidi Hilal juga menegaskan, bahwa Kepala Unit Pelaksana Teknis dan KPLP serta Kepala KPR harus lebih tegas lagi dalam menyikapi gejala gangguan keamanan dan ketertiban, serta cepat tanggap dalam menangani masalah gangguan keamanan ketertiban yang muncul sebagai upaya deteksi dini.

“Lebih baik memperbaiki sarana keamanan sebelum terjadi gangguan keamanan dan ketertiban, bukan menunggu kejadian, setelah itu baru bisa memperbaiki,” ujar Maulidi Hilal.

Pada kesempatan yang sama Kepala Divisi Pemasyarakatan juga menyampaikan tentang masih adanya peredaran Handphone dan peredaran Narkoba di Lapas dan Rutan, dan hal ini menjadi perhatian serius oleh Kadivpas. Bahkan Kadivpas memerintahkan kepada para Ka. UPT dan Ka. KPLP/Ka. KPR untuk mengambil tindakan tegas bagi oknum petugas yang masih mencoba menyelundupkan Handphone.

Hilal juga mengatakan, menyelundupkan HP sama dengan menyelundupkan Narkoba.

“HP adalah sumber masalah peredaran Narkoba didalam Lapas dan Rutan, untuk itu maksimalkan pemberdayaan dan tingkatkan Razia di blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan, berdayakan seluruh potensi yang ada baik internal maupun eksternal,” tegasnnya.

Kegiatan FGD dilakukan dengan metode diskusi kelompok terfokus tentang peredaran gelap narkoba dan handphone yang disinyalir dari oknum petugas.

"Melalui kegiatan ini diharapkan secara langsung menuju sasaran dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban yang terjadi di beberapa UPT Pemasyarakatan Riau dalam periode satu triwulan terakhir, sehingga dapat menciptakan situasi kondisi UPT Pemasyarakatan yang kondusif," imbuh Hilal.***(dik/rls)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang