Jum’at, 23 Juli 2021 14:58

Carut Marut Penyeberangan Bengkalis-Pakning,
Dewan Sudah Sering Peringatkan Dishub Bengkalis

Masih menuai keluhan masyarakat terhadap kualitas pelayanan penyeberangan Pulau Bengkalis-Pakning. Kalangan parlemen di Bengkalis sejak awal sudah mewanti-wanti kinerja Dishub.

Riauterkini-BENGKALIS- Carut marutnya kualitas pelayanan jasa penyeberangan tujuan dari dan ke Air Putih (Pulau Bengkalis)-Sungai Pakning (Daratan Sumatera) masih saja dikeluhkan masyarakat. Kalangan DPRD Bengkalis sebelumnya sudah mengingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan langkah konkrit.

Apalagi keberadaan fasilitas penyeberangan untuk masyarakat dan sudah menjadi primadona itu termasuk dalam salah satu program unggulan visi misi Bupati Bengkalis Kasmarni.

"Sudah sering kita ingatkan ke Dishub agar memperhatikan kualitas pelayanan jasa penyeberangan itu, apalagi angkutan darat melalui pelayaran melintas Selat Bengkalis menjadi salah satu program unggulan," ungkap Anggota Komisi II DPRD Bengkalis Askori, Jumat (23/7/21).

Askori juga mengaku sedikit kesal dengan kualitas pelayanan jasa penyeberangan yang semakin sangat tidak memuaskan dinikmati oleh masyarakat. Mulai dari armada yang sering rusak memaksa pengguna jasa harus antre hingga berjam-jam, bahkan kasus penerobosan antrean.

"Kita meminta agar pelayanan penyeberangan lebih baik, tetapi kenyataannya jadi lebih buruk. Jangankan mengurus pelayanan, hal yang kecil seperti membersihkan toilet yang ada di dermaga saja tidak tuntas," cetus politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini.

Melihat armada penyeberangan dilaporkan sering mengalami kerusakaan, menurutnya memang sudah tidak layak karena sudah termakan usia.

Pria kelahiran Desa Bantan Tengah ini juga menyampaikan, pihaknya setiap kali melakukan rapat dengar pendapat atau hearing bersama Dishub, agar segera melakukan langkah konkrit serta mengevaluasi pelayanan jasa penyeberangan tersebut.

"Dan kita pernah bersitegang agar segera menyelesaikan masalah jasa penyeberangan ini. Jangan terus-terusan dikeluhkan oleh masyarakat dan masalahnya itu-itu saja," sebutnya.

Askori menambahkan, bekerja harus dari hati. Jikalau bekerja dengan hati demi pelayanan masyarakat maka akan berjalan dengan baik dan sebaliknya jika hanya kepentingan maka akan menimbulkan masalah.

"Kami juga sebagai masyarakat mengharapkan pelayanan di penyeberangan itu lebih baik. Apalagi pada saat menghadapi momen tertentu yang mengundang kepadatan pengguna jasa seperti musim Durian saat ini," katanya menyontohkan.***(dik)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang