Jum’at, 23 Juli 2021 13:21

14 KCP Bank di Riau Diajukan Ditutup

Alasan efisiensi karena meningkatnya digital banking, 14 KCP Bank di Riau diajukan Ditutup. Pengajuan sejak 2020 lalu hingga saat ini.

Riauterkini-PEKANBARU- Seiring dengan digitalisasi dan berkembangnya bank digital yang serba cepat dan bisa diakses lewat ponsel pintar, transaksi bank melalui mobile meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi digital banking di Indonesia meningkat dari Rp1.708 triliun pada 2017 menjadi Rp2.259 triliun pada 2018, Rp2.436 triliun pada 2019, dan Rp2.775 triliun pada 2020. Peningkatannya sejalan juga dengan transaksi di e-commerce mencapai Rp266,3 triliun pada 2020.

Kondisi itu membuat masyarakat semakin jarang ke kantor cabang bank. Pihak bank melihat pendirian kantor cabang menjadi tidak efisien kemudian mulai menutup sejumlah kantor dan mulai beralih ke pelayanan elektronik atau digital banking. Data OJK menyebutkan secara nasional, hampir 1000 kantor Cabang Bank ditutup pada 2020.

Di Riau, menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Riau, Muhammad Lutfi, Jumat (23/7/21) sejak 2020-2021 tercatat ada 14 pengajuan penutupan Kantor Cabang Pembantu. 7 diajukan pada 2020 lalu, 7 diajukan pada 2021.

"Pengajuan penutupan Kantor Cabang Pembantu terjadi di rentang waktu mulai 12 Maret 2020 lalu. Pengajuan terakhir pada 14 Juli 2021," terang Lutfi.

Lutfi menambahkan, pengajuan penutupan kantor cabang pembantu beberapa bank tersebut berada di berbagai daerah di Riau. Seperti Pekanbaru, Pelalawan, Pasir Pangaraian, Indragiri Hulu, Bengkalis, dan Indragiri Hilir.

Terkait hal itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Bidang Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Manajemen Internal, Asral Mashuri menyebutkan bahwa hal itu sudah didisain dalam arsitektur perbankan nasional. Namanya open source banking.

"Tapi perlu proses, agar infrasturktur mapan dan masyarakat terbiasa (perubahan mindset). Karena pandemi ini menarik semua ke depan. Jangan yang dipikir kita kita saja. Bagaimana dengan nasabah nasabah yang sudah berumur yang punya banyak uang dan masih suka datang ke bank," terangnya.

Ia menambahkan, bahwa pada akhirnya penutupan kantor cabang pembantu karena efisiensi akan terjadi. Cepat atau tidaknya penutupan itu tergantung adaptasi nasabah perbankan di Riau. Apakah termasuk yang cepat beradaptasi atau yang agak lambat untuk beradaptasi. *(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang