Jum’at, 23 Juli 2021 07:56

DPRD Riau Sarankan Pemkab Kuansing Optimalkan Sosialisasi Peremajaan Sawit Rakyat

Komisi II DPRD Riau melakukan kunjungan kerja ke Kuansing. Mendorong Pemkab setrmpat optimalkan sosialisasi program peremajaan sawit rakyat.

Riauterkini-KUANSING-Pemerintah telah menyiapkan Program Peremajaan Sawit Rakya (PSR). Namun masyrakat masih ada yang ragu di Kabupaten Kuantan Singingi. Agar tak ragu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau lakukan kunjungan insidentil ke Kuansing, mereka berharap, pemerintah setempat terus melakukan sosialisasi.

Memang dibenak masyarakat tidak sama, ada yang menganggap program tersebut bagus, namun tidak sedikit yang masih ragu akan program itu. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi mengklaim, kalau pihaknya telah melakukan sosialisasi.

Sosialisasi diantaranya melalui Dinas Pertanian Sub Bidang Perkebunan, Jumat (3/5/2019) bertempat di Hotel Angela Teluk Kuantan, kepada 80 orang yang terdiri dari unsur kepala desa, pengurus KUD, tim percepatan replanting, Dinas Koperasi UKM Perdagangan Perindustrian, Kantor Badan Pertanahan, perusahaan mitra, perbankan, pihak kecamatan, BPP dan pendamping kecamatan.

Seperti dilansir website resmi pemerintah setempat, kuansing.go.id, diakses, Kamis (22/7/21), Kepala Dinas Pertanian Kuansing Ir Emerson dalam sambutannya saat pembukaan acara sosialisasi menyampai tujuan sosialisasi adalah memberikan penjelasan kepada seluruh stake holder tentang proses dan mekanisme pengajuan usulan kegiatan peremajaan kelapa sawit pekebun tahun 2019.

Kemudian, memberi penjelasan tentang perkembangan usulan kegiatan peremajaan kelapa sawit pekebun tahun 2018 dan memberikan gambaran umum tentang penerapan sistem aplikasi online proses pengajuan usulan kegiatan peremajaan kelapa sawit pekebun tahun 2019.

"Dalam sosialisasi ini kita mendatangkan nara sumber dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau dan dari Dinas Pertanian Kuansing sendiri," terang Emerson.

Sosialiasi peremajaan kelapa sawit tersebut dibuka oleh Sekda Kuansing DR. Dianto Mampanini, SE, MT. Dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut dirinya menyampaikan dukungan sepenuhnya dari Pemkab Kuansing terhadap program replanting ini. Alasannya karena program tersebut juga merupakan program nasional.

Salahsatu bukti dukungan itu adalah ditandai dengan dimulainya persiapan pengajuan usulan replanting kelapa sawit sejak bulan Oktober tahun 2018 lalu. "Alhamdulillah usulan yang kita ajukan sebanyak 2.349 HA telah disetujui oleh Dirjen Perkebunan dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebanyak 2.288 HA," kata Sekda.

Dengan telah disetujuinya replanting sebanyak 2.228 HA tersebut Sekda meminta kepada institusi di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten agar memprioritaskan dukungan pengurusan dokumen kependudukan, kelembagaan KUD, dokumen perizinan terkait, pemanfaatan lahan, serta dokumen lain yang dibutuhkan.

Kemudian Sekda kepada para pelaksana di lapangan terutama pengurus KUD, pengurus kelompok tani, dan tim percepatan replanting kelapa sawit agar memotivasi dan mempasilitasi seluruh anggota koperasi guna mempercepat penyiapan dokumen persyaratan dan pemenuhan dokumen lainnya. Serta berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Bidang Perkebunan baik kabupaten maupun provinsi.

Kepada pihak perusahaan dirinya minta agar memberikan dukungan sesuai tanggungjawab kewajiban dan kewenangannya dalam konteks kemitraan yang sejajar dan saling menguntungkan untuk keberhasilan replanting kelapa sawit petani satu siklus kedepannya.

Begitu juga terhadap pihak perbankan agar juga memberikan dokumen terkait dengan kewajiban dan persyaratan bagi petani. Sedangkan kepada pihak BPN Sekda mengharapkan agar diprioritaskan upaya legalisasi lahan terutama untuk lahan yang diperjualbelikan.

Dua tahun kemudian, Komisi II DPRD Provinsi Riau melaksanakan kunjungan insidentil ke Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Jumat (16/07/2021). Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Komisi II Robin P Hutagalung, Wakil Ketua Komisi II M. Arpah, Sekretaris Komisi II Sugianto serta Anggota Komisi II, Manahara Napitupulu, Dona Sri Utami, Ardiansyah, Sewitri, Yanti Komalasari, dan Sulaiman MZ.

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan progres pelaksanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) oleh Kepala Dinas Pertanian Kuantan Singingi Emmerson. Program PSR di Kabupaten Kuansing sudah berlangsung sejak 2018.

"Realisasi program ini untuk rentang waktu 2018-2020 sebanyak 5.862 Hektar untuk 2.931 KK sudah dilaksanakan,” ujar Emmerson.

Emmerson juga menyampaikan progres program PSR untuk tahun 2021 sebanyak 651 hektar dari target yaitu 1.500 hektar. Target tersebut hanya setengah dari rencana awal 3.000 Hektar.

Sugianto memberikan saran kepada Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi terkait teknis pelaksanaan program PSR, yakni proses keuangan program tersebut diharapkan diawasi dengan ketat oleh Dinas Pertanian agar tidak terjadi penyalahgunaan anggaran.

“Penyuluhan dan sosialisasi juga melibatkan seluruh masyarakat, termasuk transmigran dan pribumi,” tutur Sugianto.

M. Arpah juga menambahkan sosialisasi pentingnya program PSR harus digencarkan kepada masyarakat. Hal itu dikarenakan keraguan masyarakat atas program tersebut sangat besar.

“Sehingga dibutuhkan penjelasan dan pemahaman yang diberikan ke masyarakat secara tuntas. Ada baiknya kita bersama-sama juga dapat turun ke lapangan menjelaskan manfaat program ini ke masyarakat,” ungkap M Arpah.

Kegiatan ini ditutup dengan ucapan terima kasih dari Emmerson beserta jajaran. Menurutnya diskusi tersebut sangat bermanfaat seperti ini diharapkan dapat menjadi rutinitas bersama guna berkoordinasi terkait pengawasan program PSR dapat berjalan baik.(Advertorial Humas DPRD Riau/noprio sandi)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang