Selasa, 20 Juli 2021 21:36

Tol Pekanbaru-Dumai Pundi PAD untuk Pembangunan Bengkalis

Insfrastruktur jalan bebas hambatan atau tol berdampak positif terhadap peningkatan penerimaan PAD. Ruas Tol Pekanbaru-Dumai penyumbang Rp12,2 miliar pertahun ke Bengkalis.

Riauterkini-BENGKALIS- Diresmikan jalan bebas hambatan atau tol lintas atau Trans Sumatera oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), 25 September 2020 lalu, menjadi keberkahan bagi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.

Dampak sangat positif keberadaan Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Dumai itu, berada di wilayah Kabupaten Bengkalis sepanjang 59 kilometer (KM) dan memberikan kontribusi berarti terhadap PAD khususnya Pajak Bumi Bangunan Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) sedikitnya dengan angka sebesar Rp12,2 miliar, yang akan diterima Pemkab tahun anggaran 2021 ini disetorkan melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bengkalis.

Potensi Pajak PBB-P2 Tol Trans Sumatera ruas Pekanbaru-Dumai tersebut sudah barang tentu merupakan potensi dan menambah pundi-pundi penerimaan daerah setiap tahun nya.

Terdapat lima wilayah kabupaten/kota yang dilalui pembangunan Tol Trans Sumatera Ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 KM oleh PT. Hutama Karya ini. Yaitu, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.

Secara rinci, Kota Pekanbaru sepanjang 1,4 KM, Kabupaten Kampar 8,8 KM, Kabupaten Siak sepanjang 43,8 KM, Kabupaten Bengkalis 59 KM, Kota Dumai sepanjang 16,5 KM. Dan wilayah Kabupaten Bengkalis merupakan ruas terpanjang yang dilalui.

Tidak hanya terpanjang, penerimaan PBB-P2 Tol Trans Sumatera Pekanbaru-Dumai, Kabupaten Bengkalis juga terbesar yakni Rp12,2 miliar pertahunnya.

Dengan adanya potensi itu, tahapan proses pelaksanaan yang telah dilakukan sehingga mendapatkan PBB-P2 Tol Trans Sumatera Pekanbaru-Dumai, telah dilaksanakan Penandatangan nota kesepahaman atau MoU oleh 5 kabupaten/kota pada 6 April 2021 di Pekanbaru, selanjutnya pertemuan pada 22 Mei 2021 di Kota Dumai dalam Forum Group Discusion (FGD) penilaian PBB-P2 objek pajak khusus Tol Pekanbaru-Dumai dan sekaligus membentuk tim penilaian.

Pada 24 Mei 2021 melaksanakan inspeksi lapangan dengan melibatkan PT. Hutama Karya, dan selanjutnya dilakukan rekonsiliasi data bangunan dengan PT. Hutama Karya pada tanggal 31 Mei-04 Juni 2021. Dan hasil inspeksi ini ditindaklanjuti pertemuan di Bapenda Kabupaten Bengkalis, dengan menyampaikan hasil penilaian Tol Pekanbaru-Dumai pada tanggal 10 Juni 2021, selanjutnya penyusunan laporan hasil penilaian dilaksanakan di Bapenda Kota Pekanbaru, 24-26 Juni 2021.

Dan terakhir Penandatangan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 dan penyerahan SPPT PBB-P2 di Kantor Walikota Pekanbaru, pada tanggal 6 Juli 2021.

Selanjutnya dilakukan penyerahan SPPT PBB-P2 kepada PT. Hutama Karya yang terlebih dahulu dilakukan Penandatangan SPPT PBB-P2 Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkalis Supardi, S.Sos, M.H disaksikan Bupati Bengkalis Kasmarni diwaliki Asisten III Setda Bengkalis H. Tengku Zainudin di Kantor Walikota Tenayan Raya Pekanbaru, pada 6 Juli 2021.

Kepala Bapenda Bengkalis Supardi melalui Kepala Bidang Penagihan dan Keberatan, Syahruddin, S.E menjelaskan, dengan adanya potensi penerimaan PBB-P2 Tol Trans Sumatera Pekanbaru-Dumai secara langsung dapat meningkatkan PAD dari sektor PBB-P2 serta dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta melaksanakan pembangunan, Kabupaten Bengkalis berjuluk Negeri Junjungan, menjadi bermarwah, maju dan sejahtera.

"Alhamdulilah dilakukannya penyerahan SPPT PBB-P2 kepada PT. Hutama Karya keberadaan Tol Pekanbaru-Dumai beberapa waktu lalu menjadi potensi penerimaan PAD untuk pembangunan Kabupaten Bengkalis pertahun mencapai Rp12 miliar lebih," ujar Syahruddin belum lama ini.

Melewati Badai Covid-19

Pandemi virus corona atau Covid-19 memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian global, yang menyebar secara cepat ke seluruh dunia. Sehingga bukan hanya sektor transportasi serta sektor pariwisata saja yang terpengaruh melainkan merambat ke beberapa sektor lainnya seperti perdagangan, kesehatan dan lainnya, termasuk juga sektor perekonomian dan berpengaruh juga terhadap penerimaan daerah atau PAD.

Seberapa lama pandemi ini berlangsung dan seberapa dalam dampaknya bagi aktivitas sosial-ekonomi akan menentukan masa depan sektor perpajakan.

Pemerintah Daerah kesulitan untuk mengatur anggaran daerah, yang mana untuk dijadikan proritas dan skala proritas. Dimasa pandemi saat ini hampir semua penerimaan mengalami penurunan terutama dari sektor pajak daerah, yaitu hotel, parkir, hiburan, restoran dan lain-lainnya.

"Hal ini sangat berdampak terhadap penerimaan pajak daerah di Kabupaten Bengkalis," sebut Aparatur Sipil Negara (ASN) akrab disapa Am ini.

Sebagai salah satu pundi PAD penerimaan PBB-PP dari keberadaan Tol Pekanbaru-Dumai pada tahun ini di tengah-tengah pandemi Covid-19, merupakan keberkahan bagi daerah.

"Dengan dimulainya penerimaan PBB-PP Tol Pekanbaru-Dumai ini menjadi stimulus yang sangat positif bagi daerah melewati dampak pandemi Covid-19 yang masih terjadi," imbuhnya.***(dik/advertorial)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang