Kamis, 10 Juni 2021 15:59

Kades Merbau Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa

Penyidik Tipikor Polres Pelalawan kahirnya tetapkan Kades Merbau terssangka dalam kasus korupsi dana desa. Polisi masih mengejar pelaku yang terlibat.

Riauterkini- PELALAWAN- Tim penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Pelalawan akhirnya menetapkan Kades Merbau Edi Maskur sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana desa (DD) Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan-Riau.

Naiknya status sang kades dari saksi menjadi tersangka setelah menjalani beberapa pemanggilan dan pemeriksaan di Sat Tipikor Polres Pelalawan.

Naiknya status Saksi menjadi Tersangka Kades Merbau Edi Maskur ini dibenarkan oleh pihak Reskrim Polres Pelalawan setelah perkaranya melalui tahapan sidik.

" Ya statusnya sudah menjadi tersangka, setelah melalui sejumlah proses " ujar Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko SIK, ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Nardy Masry Marbun S.H Kamis ( 01/6/21).

Sebelumnya, pihak tipikor Polres Pelalawan untuk melengkapi berkas terkait dugaan korupsi ini, pihaknya sudah memanggil satu persatu orang untuk dimintai keterangan.

Dijelaskan Kasat Reskrim, bahwa dugaan korupsi DD yang bersumber dari APBDes sebesar Rp 650 juta tahun 2018. Untuk kegiatan pembuatan perkebunan desa Merbau.

Namun kegiatan kebun desa untuk membantuk perekenomian masyarakat tidak berjalan sesuai dengan rencana. Hanya lahan baru di lakukan land clearing atau stacking.

Sedangkan terkuak kalau anggaran sebesar Rp165 juta dari APBDes telah dicairkan seluruhnya. Atas informasi itu sampai ke telinga penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Pelalawan.

Kini polisi terus bekerja, untuk mengungkap siapa-siapa yang bertanggung jawab atas dugaan penyelewengan DD. Hingga menimbulkan kerugian ke uangan negara lebih setengah miliar tersebut.

Terkait persoalan keterlibatan dirinya dalam persoalan ini, Kades Merbau Edy Maskur saat di konfrimasi, tidak memberikan banyak komentar, namun dirinya menghargai proses hukum yang berjalan.

" Ya kita manusia ini, tentu tidak sempurna ada salah, ada benar, yang jelas kita hormati proses hukum," singkatnya. *( Cho)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang