Rabu, 9 Juni 2021 14:59

Wagubri Bantah Intervensi Pengurus FKUB Riau

Dituding intervensi pengurus FKUB, Wagubri membantah. Selaku Ketua Dewan Penashet FKUB, justru tak mau membiarkan kekosongan kepengurusan yang berakhir hari ini.

Riauterkini - PEKANBARU - Terpilihnya kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau dituding sarat intervensi kekuasaan. Legalitasnya juga dipertanyakan, termasuk peserta FKUB yang datang juga tidak semua hadir.

Menjawab tudingan tersebut, Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution, menepis semua anggapan tersebut dan menilainya sebuah kekeliruan. Menurutnya, kehadirannya dalam rapat FKUB hingga pemilihan kepengurusan periode 2021-2026 , adalah selaku Ketua Dewan Penasehat FKUB.

Menurutnya, dirinya berkepentingan membantu membentuk kepengurusan yang baru, karena yang lama sudah berakhir terhitung hari ini, Rabu (9/6/21). Tidak ada intervensi karena kepentingan tertentu.

"Kalau dikatakan rapat ilegal, berarti ada yang legal, lalu mana yang tak legal. Saya perlu katakan, FKUB kita hari ini berakhir tanggal 9 Juni masa kepengurusan periode 2016-2021. Karena akan berakhir, kita membantu memfasilitasi," kata Wagubri, di kediaman dinasnya, Jalan Sisingamingaraja.

Dipapar Edy, peran dirinya selaku Ketua Dewan Penasehat FKUB, mendorong penyelenggaraan rapat untuk memilih pengurus baru, agar tak terjadi kekosongan.

"Kewajiban kita memfasilitasi. Membantu terbentuknya pengurus baru, agar tak ada kekosongan pengurus," ujar Edy.

Soal pengurus yang hadir memilih kepengurusan FKUB yang baru tersebut, Wagubri lagi-lagi menyebut sudah sesuai aturan dan memiliki kapabilitas ketokohannya sebagai pemuka agama yang diwakilinya.

Ada pun diantaranya yang tak hadir, menurut Wagub lagi sudah ada komunikasi langsung dan memberikan alasan ketidakhadirannya, karena berada di luar kota. Namun tidak mempermasalahkan apa pun keputusan yang dihasilkan.

"Ada yang kebetulan berhalangan hadir, karena di luar kota, tetapi mereka siap dengan apa apun keputusan yang dihasilkan dalam rapat. Soal pemuka agama yang hadir, yang penting ketokohan agamanya diakui. Karena itu menurut nomor 8 2006 dalam aturan menteri bersama, yang dimaksud pemuka agama adalah, tokoh komunitas agama, baik yang memimpin komunitas keagamaan mau pun yang tak memimpin kegamaan," tegas mantan Danrem 031/WB ini.

Ada pun untuk pengurus FKUB periode 2021-2026 yang baru saja dipilih kemarin, yakni KH Abdulrahran Qairudin sebagai Ketua FKUB Riau, Wakil Ketua I Erna Wilianti selaku perwakilan Budha, Wakil Ketua II Francs P F Sirait, selaku perwakilan Kristen. Sementara Sekretaris diamanahkan kepada Rasyidi Hamzah serta Wakil sekretaris s syafwan Muhajir.***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang