Selasa, 8 Juni 2021 18:53

DPRD Pekanbaru Minta Pemko Pekanbaru Perhatikan OTG Isolasi Mandiri

Pemko dinilai belum maksimal menengani pasien Covid-19, terutama pasien untuk pasien berstatus OTG. Semua perangkat mulai dari camat hingga tataran RT/RW bersinergi.

Riauterkini - PEKANBARU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di kediaman. Sebab kebanyakan pasien yang melakukan isolasi mandiri masuk dalam kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) atau dengan gejala yang ringan.

Anggota DPRD Pekanbaru, Aidil Amri menilai pemerintah kurang perhatian terhadap OTG tersebut. Untuk itu Ia minta pemerintah kerjasama dengan camat, lurah hingga RT dan juga RW.

"Masyarakat yang termasuk OTG dan melakukan isolasi mandiri kurang dapat perhatian. Khususnya obat-obatan Bahkan juga bantuan makanan," tuturnya.

Untuk itu, Politisi Demokrat ini menyarankan agar pihak Puskesmas, camat dan lurah lebih aktif memantau perkembangan pasien. "Jangan sampai masyarakat yang melakukan isolasi mandiri justru kondisinya memburuk," tuturnya.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru, Firdaus menjelaskan Angka kematian akibat virus itu juga cukup tinggi beberapa minggu terakhir di Pekanbaru. Malah diinformasikanya, korban yang meninggal itu lebih banyak melakukan isolasi mandiri di rumah.

Diakuinya, OTG yang menjalani isolasi di rumah tidak bisa dipantau. Sementara, perubahan Covid-19 ini sangat cepat.

"Orang-orang yang melakukan isolasi mandiri itu termasuk para pejabat. Teman-teman saya yang isolasi mandiri di rumah, dilarikan ke rumah sakit setelah fatal. Mereka tak tertolong lagi," ungkapnya.

Dari kondisi itu, Pihaknya bersama Gubernur Riau dan Forkompimda beberapa waktu lalu melakukan rapat koordinasi. Dimana dalam rapat tersebut membahas perawatan bagi OTG di rumah juga harus mendapatkan pemantauan. Misalnya pemberian obat dan sebagainya.

Disinyalir salah satu hambatannya juga lantaran masyarakat tak melaporkan dirinya ke puskesmas. Sehingga petugas medis tidak dapat melakukan pengawasan. "Kita sepakat paket obat-obatan harus dikirim ke warga yang melakukan isolasi mandiri," tandasnya.***(arl)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang