Selasa, 4 Mei 2021 11:48

April 2021, Riau Alami Inflasi 0,15 Persen

Riau mengalami inflasi sebesar 0,15 persen April lalu. Sedangkan inflasi Tahun Kalender (Januari - April 2021) sebesar 0,37.

Riauterkini-PEKANBARU-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan April 2021, Riau mengalami inflasi sebesar 0,15 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,55. Sedangkan untuk inflasi Tahun Kalender (Januari - April 2021) sebesar 0,37 persen dan Inflasi Year on Year (April 2020 - April 2021) sebesar 2,30 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Riau, Misfaruddin, Selasa (2/5/21) mengatakan bahwa dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi yaitu, Kota Pekanbaru sebesar 0,10 persen, Kota Dumai sebesar 0,24 persen dan Kota Tembilahan sebesar 0,39 persen.

Menurutnya, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya lima indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,74 persen, diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,28 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,23 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen. 

"Di sisi lain dua kelompok justru mengalami deflasi yaitu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dan kelompok transportasi masing-masing sebesar 0,01 persen," terangnya.

Sedangkan empat kelompok lain, tambahnya, relatif stabil dibanding bulan sebelumnya yaitu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya, kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Komoditas yang memberikan andil kenaikan harga pada April 2021, tambahnya, antara lain ayam hidup, emas perhiasan, ikan tongkol, daging sapi, minyak goreng, wortel, daun bawang, daging ayam ras, rokok kretek filter, udang basah, sampo, bawang merah, cumi-cumi dan juga jengkol.

"Sementara komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain cabai merah, kol putih, telur ayam ras, cabai rawit serta apel," ucapnya.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, 17 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Padangsidimpuan sebesar 0,61 persen, diikuti oleh Kota Gunungsitoli sebesar 0,59 persen dan Kota Meulaboh sebesar 0,54 persen. 

Sementara itu deflasi terjadi di tujuh kota, dengan deflasi tertinggi yaitu di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,36 persen, diikuti Kota Jambi sebesar 0,35 persen dan Kota Bungo sebesar 0,26 persen.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang