Selasa, 4 Mei 2021 09:44

Penyekatan Arus Mudik, Polisi Tangkap Pengedar Sabu di Siakkecil

Tim Polsek Siakkecil berhasil meringkus dua pelaku diduga pengedar Narkoba sabu-sabu. Petugas juga menyita barang bukti, kasus terungkap saat gelar operasi penyekatan arus mudik.

Riauterkini-BENGKALIS- Kepolisian Sektor (Polsek) Siakkecil Polres Bengkalis melakukan penangkapan tindak pidana penyalahgunaan Narkoba saat melaksanakan kegiatan cipta kondisi di pos penyekatan arus mudik, Jumat (30/4/21) sekitar pukul 22.00 WIB Jalan Jendral Sudirman, Desa Koto Raja, Kecamatan Siakkecil, Kabupaten Bengkalis.

Petugas meringkus dua tersangka terduga pelaku dan turur menyita sejumlah barang bukti. Kedua tersangka diantaranya TB (30) warga Kampung Dalam, Kabupaten Siak dan EG (26) warga Tanjung Belit, Kecamatan Siakkecil.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, S.I.K melalui Kapolsek Siakkecil Ipda Lorensius Nevin Indradewa, S.I.K membenarkan dengan penangkapan dua orang pelaku tersebut saat operasi cipta kondisi di lokasi penyekatan arus mudik.

"Saat itu kami sedang melaksanakan penjagaan di Pos Penyekatan, tiba tiba ada sebuah mobil yang berusaha kabur. Setelah kami kejar ternyata kami menemukan barang bukti berupa Narkoba jenis sabu-sabu beserta alat hisap atau bongnya," ungkap Ipda Laurensius Nevin Indradewa, Selasa (4/5/21) pagi.

Dijelaskan Kapolsek, saat penangkapan, petugas juga menemukan barang bukti berupa satu paket kecil berisikan diduga sabu-sabu, mancis, satu buah alat hisap atau bong dan barang bukti lainnya dari tersangka TB (30).

Sedangkan barang bukti dari tersangka EG (26) ditemukan barang bukti berupa 3 bungkus paket sedang diduga berisikan narkoba diduga sabu-sabu, kotak rokok, satu unit sepeda motor Supra X125 BM6655 DT.

"Melintas satu unit minibus BM 1797 LS yang mencurigakan, kemudian dihentikan dan dilakukan pemeriksaan terhadap supir serta isi dalam mobil lalu didalam mobil ditemukan satu buah alat isap/bong dan satu bungkus kecil paket sabu didalam tas tersangka TB," ungkap Kapolsek.

"Setelah itu dilakukan pengembangan terhadap TB dan menurut keterangan bahwa narkotika jenis Shabu tersebut ia beli dari EG alias Usman. Kemudian melakukan pemancingan terhadap EG dengan cara menyuruh TB untuk menelpon EG. Dan pada saat dihubungi sedang berada di Desa Tanjung Belit, kemudian melakukan penangkapan terhadap EG dan pada saat dilakukan penangkapan ditemukan tiga bungkus paket sedang diduga sabu-sabu yang disimpan di dalam kotak rokok," ujarnya seraya menerangkan ada satu orang DPO di Kota Dumai.

Tersangka juga dikenakan perkara setiap orang dilarang untuk memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Pasal 112 atau 114 Undang-undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika.***(dik)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang