Kamis, 8 April 2021 16:46

HLM TPID, BI dan Pemko Pekanbaru Bersinergi Jaga Ketersediaan Pangan

Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, Pemko Pekanbaru bersinergi dengan Bank Indonesia. Sinergitas untuk menjaga ketersediaan pangan.

Riauterkini-PEKANBARU- Pemko terus berkoordinasi dalam upaya memastikan ketersediaan pangan jelang puasa Ramadhan dan Lebaran. Hal itu disampaikan Sekdako Pekanbaru, Muhammad Jamil usai membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Kamis, (8/4/21) di Kantor Walikota Pekanbaru.

Pemko melalui Disperindag Kota Pekanbaru ataupun Dinas Ketahanan Pangan sudah melakukan sejumlah terobosan untuk menjaga ketahanan pangan, seperti pasar murah, operasi pasar dan lainnya.

"Kita dari terus berkoordinasi dengan semua pihak, baik BI, Kepolisian, Bulog untuk memastikan ini semua berjalan dengan baik, terutama dari BI," katanya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Riau Bidang Perumusan dan Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Teguh Setiadi, menyampaikan HLM TPID ini penting untuk mengetahui persiapan stok dan pasokan barang kebutuham dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 2021.

"Biasanya akan ada lonjakan harga, lonjakan permintaan, kita harus tahu seberapa besar pasokannya, apa mencukupi atau tidak," ujar Teguh.

Teguh mengungkapkan beberapa catatan yang selama ini dirangkum BI menunjukkan ada struktur harga yang dianggap ‘liar’ atau di luar kewajaran terhadap komoditi utama, seperti harga cabai merah, ayam ras, telur ayam dan bawang. 

Teguh menyebut, perlu dilakukan strategi tepat untuk melakukan pemangkasan terhadap rantai pasok agar harga bisa ditekan dan petani diuntungkan.

"Makanya kita juga diimbau untuk berbelanja secara bijak, sesuai kebutuhan," imbaunya.

Sebagai catatan, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik [BPS] Pekanbaru, yang menyebut bahwa pada Maret 2021, inflasi di Ibukota Provinsi Riau itu sebesar 0,15% dengan Indeks Harga Konsumen 100,2.

langkah Strategis Kendalikan Inflasi

Lanjut Teguh, kenaikan harga pokok ini berkaitan dengan situasi pada rantai pasok. Ia mengatakan menurut catatan BI, setidaknya ada delapan titik rantai pasok yang harus dilewati oleh komoditi-komoditi itu sebelum sampai ke konsumen.

"Perlu dilakukan strategi tepat untuk melakukan pemangkasan terhadap rantai pasok agar harga bisa ditekan dan petani diuntungkan," terangnya.

Dikatakan Teguh, ada 4 program pengendalian inflasi di tahun 2021 yang dilakukan. Yang pertama adalah implementasi kerjasama antar daerah.

"Berdasarkan kesepakatan bersama No.01/NK/I/2020 tentang Kerjasama dalam rangka Peningkatan Perekonomian Daerah, perlu ditingkatkan kerjasama antar daerah untuk memenuhi kebutuhan Kota Pekanbaru," sebutnya.

Program kedua adalah kemandirian pangan lokal. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasokan pangan, PT. Sarana Pembangunan Madani (BUMD Kota Pekanbaru) telah melakukan penandatanganan PKS No.030/SPM-UPJAS/KPW/III/2020 dengan UPJA Kecamatan Bunga Raya tentang Kemitraan Pemasaran Beras di Pekanbaru.

Program ketiga yang dilakukan adalah memperpendek rantai distribusi. Berdasarkan kesepakatan bersama No.01/NK/I/2020 tentang Kerjasama dalam rangka peningkatan Perekonomian Daerah serta memfasilitasi Gapoktan produk sayuran untuk melakukan kerjasama pembelian dan penjualan dengan Warung Segar sebagai salah satu platform e-commerce guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemasaran produk dari produsen ke konsumen.

"Program keempat adalah penguatan sinergi. Koordinasi di level teknis TPID perlu diperkuat melalui pertemuan rutin untuk membahas kondisi terkini perkembangan harga dan pasokan komoditas, kemudian pengambilan langkah-langkah strategis dalam pengendalian inflasi," pungkasnya.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang