Jum’at, 5 Maret 2021 17:10

Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polda Riau Sita 40 Kg Sabu dan 50.000 Butir Ekstasi

Jajaran Polda Riau berhasil ungkap jarinan narkoba internasional. Polisi jua berhasil menyita 40 kilogram narkoba jenis sabu dan 50.000 butir ekstasi asal Malaysia.

Riauterkini - PEKANBARU - 40 kilogram narkoba jenis sabu dan 50.000 butir ekstasi asal Malaysia berhasil disita Kepolisian Daerah Riau. Narkoba ini didapat dari tangan salah satu diantara lima pelaku yang juga diringkus petugas.

Jaringan internasional ini berhasil dibongkar di wilayah Tenggayun dan Desa Api-Api atau Sepahat Kabupaten Bengkalis pada Senin (01/03/21) lalu.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi kepada wartawan, Jumat (05/03/21) menjelaskan jaringan narkoba ini terungkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan terkait adanya info aksi penyelundupan barang haram tersebut di wilayah Bengkalis. Dari penyelidikan tersebut petugas akhirnya mendapat petunjuk beberapa nama dan bagaimana cara narkotika jenis sabu tersebut masuk ke wilayah Indonesia.

"Kita butuh waktu empat hari untuk melakukan penyelidikan, tim juga telah kita siapkan di wilayah pantai Jangkang kala itu," terangnya.

Ungkap Agung, para pelaku sempat mengetahui adanya pengintaian yang dilakukan petugas. Sehingga saat hendak disergap para melarikan diri dari tepian pantai di wilayah Bengkalis itu. Pelaku kabur menuju hutan rawa di Tenggayun dan petugas kehilangan jejak.

Namun setelah 3 jam melakukan pencarian,petugas akhirnya berhasil menangkap RS dan NZ. "Dari keterangan mereka diketahui benar terdapat narkoba yang akan diselundupkan. Namun barang bukti tidak ada pada dua orang ini," katanya.

Kemudian, petugas lantas melakukan pengembangan dan berhasil meringkus pelaku lain yakni SAI dan Ed. Tak lama HR juga turut dicokok petugas.

"Narkoba ini kita dapati dari tangan HR. HR sendiri menjemput narkoba itu bersama YS dan SP yang berhasil melarikan diri," paparnya.

HR menerangkan aksi penyelundupan narkoba ini dikendalikan oleh BU (DPO) dan ED (DPO). "HR sudah tiga kali menyelundupkan narkoba dari Malaysia. Ia diupah Rp4 juta dalam sekali aksi. Selain uang Ia juga mendapatkan bagian narkoba dari ED alias TK," terang Agung.

Untuk melancarkan aksi penyelundupan itu, ED alias TK menyewa RS, NX, SAI, Ed untuk menjadi mata-mata (sapu air). Mereka dijanjikan sejumlah uang jika narkoba itu sampai ke tangan pembeli.

Untuk diketahui dalam pembongkaran jaringan narkoba ini polisi berhasil menyita 40 bungkus narkoba seberat 40 kilogram, 10 bungkus pil ekstasi dengan jumlah mencapai 50 ribu butir, 3 buah handphone, 2 tas plastik, serta 1 unit sepeda motor.

Sementara untuk pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal 20 tahun.*(arl)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang