Jum’at, 5 Maret 2021 16:55

Diduga Tercemar, Air Sungai di Bengkalis Ini Tak Lagi Bersahabat Saat Kemarau

Warga Desa Simpang Ayam, Bengkalis mengeluh air sungai tak lagi bersahabat saat musim kemarau. Dulu bisa dimanfaatkan untuk mencuci kini keruh dan berlumpur. Diduga tercemar limbah pabrik.

Riauterkini-BENGKALIS- Masyarakat Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis mengeluhkan kondisi air di Sungai Simpang Ayam (Copang), satu-satunya yang ada di daerah tersebut. Kini sungai yang dulunya dialiri air berwarna merah atau air gambut dan bersih berasal dari hutan, namun sudah berubah menjadi keruh dan berlumpur.

Air yang mengalir di sungai tersebut, dahulunya juga bisa dihandalkam masyarakat setempat untuk mencuci maupun mandi. Bahkan air yang mengalir yang masih bersih kala itu menjadi pilihan masyarakat setempat untuk memenuhi air bersih ketika memasuki musim kemarau.

Tapi kini, sejak beberapa tahun lalu air di sungai itu tidak lagi bersahabat dan tidak bisa lagi dimanfaatkan.

Masyarakat setempat menduga, perubahan air di aliran sungai itu terjadi sejak berdirinya perusahaan perkebunan PT. Meskom Agrosarimas (MAS), yang "mengusai" ribuan hektar untuk perkebunan sawit yang tidak jauh dari desa tersebut.

Perusahaan ini juga melakukan normalisasi sungai dan kemudian air berubah dan tidak dapat lagi dimanfaatkan oleh masyarakat.

Berubahnya kualitas air dan sungai menjadi berlumpur itu, dituding karena diduga sungai sudah dijadikan tempat pembuangan limbah oleh perusahaan.

"Kejadian ini sejak, beberapa tahun berdirinya perusahaan PT. Meskom itu, warna air sungai langsung berubah. Kondisi air sampai saat ini keruh dan berlumpur, dulu kalau musim kemarau masyarakat banyak memanfaatkan sungai ini untuk mandi dan mencuci," ungkap Ari, salah seorang warga Desa Simpang Ayam, Jumat (5/3/21).

"Air berubah setelah pihak perusahaan melakukan pendalaman dan pembersihan sungai. Kemudian dalam beberapa tahun sampai sekarang ini, air di sungai langsung tak dapat digunakan lagi," cerita Ari lagi.

Lanjutnya, dengan kejadian tersebut, masyarakat Desa Simpang Ayam meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan uji laboratorium terkait kondisi air Sungai Desa Simpang Ayam karena diduga sudah tercemar limbah perusahaan yang beroperasi itu.

"Kita meminta, Pemkab Bengkalis agar segera melakukan uji laboratorium air sungai ini. Pasalnya sudah beberapa tahun belakangan, air sungai itu tak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat banyak," pintanya.

Dengan adanya tudingan itu, pihak Manajemen PT. MAS Bengkalis belum berhasil dikonfirmasi.***(dik)

Foto/Istimewa : Kondisi air keruh dan berlumpur di Sungai Desa Simpang Ayam, Bengkalis. Masyarakat menduga akibat limbah perusahaan. Airnya tak bersahabat lagi di saat kemarau.

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang