Jum’at, 5 Maret 2021 11:26

Petugas Kesulitan Air Padamkan Karla di Bengkalis

Petugas gabungan terus berjibaku mengendalikan kebakaran lahan. Dilaporkan 11 titik lokasi kebakaran dan sebagian terus meluas petugas kesulitan air.

Riauterkini-BENGKALIS- Kebakaran lahan (Karla) di Kabupaten Bengkalis masih terjadi. Petugas masih berjibaku lakukan upaya pengendalian dan kesulitan air untuk memadamkan api.

Hingga Kamis (4/3/21) kemarin, dilaporkan terjadi beberapa titik kebakaran.

Berdasarkan rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis musibah Karla diantaranya, memasuki hari kelima terjadi di lahan semak belukar di perbatasan PT. Priatama Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat. Petugas masih melakukan pendinginan yang masih ada titik- titik asap dan juga mengerahkan alat berat.

Kemudian, Karla terjadi penambahan satu titik menjadi dua titik di Kecamatan Bantan, yakni di Dusun Permai Desa Pambang Pesisir. Untuk hari keenam ini petugas yang tergabung melakukan pendinginan di titik bekas terbakar yang masih meninggalkan titik asap.

"Ada beberapa embung yang digali dengan alat berat denganĀ  dengan inten 4x4x4 meter dengan jarak 500 meter sudah berjumlah 5 embung dan keadaan air pada embung tersebut minim hanya bisa bertahan 30 menit dalam melakukan penyedotan air untuk pemadaman dan pendinginan," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) H. Tajul Mudarris, Kamis (4/3/21).

Lokasi kedua yang muncul titik api di Dusun Sungai Buyung, Desa Kembung Luar. Petugas dengan memblock kepala api dan membuat pemadaman dengan cara mengelilingi lahan terbakar tersebut agar tidak melebar dan dilanjutkan dengan pendinginan agar api tidak hidup kembali. Kondisi sumber air di TKP tidak terlalu banyak hanya bisa dikatakan sedikit dan pendinginan akan dilanjutkan besok.

Selanjutnya, musibah Karla di Kecamatan Bengkalis Dusun Simpang Baru Desa Teluk Latak dan Desa Meskom sudah memasuki hari keempat, petugas gabungan masih terus melakukan koordinasi dan pemadaman, satu unit alat berat diturunkan untuk mebuat sekat api dan embung air.

"Alat berat masih terus melakukan penggalian embung untuk mencari sumber air dan membuat sekat batas agar kepala api tidak menyebar luas sampai saat ini penggalian sudah 8 buah embung kedalaman 4 Meter dan semua tidak memiliki air yang cukup untuk melakukan pemadaman," tambah Kalaksa.

Di Kecamatan Talang Mandau, Desa Tasik Serai kawasan hutan Giam Siak Kecil luas lahan lebih dari 30 hektar. Tim gabungan masih terus melakukan pemadaman dan menuju lokasi perjalanan kaki 5 kilometer.

"Lokasi kecamatan Bhatin Solapan ada dua tempat, Desa Buluh Manis seluas 2 Ha, Desa Petani. Kemudian di Kecamatan Pinggir juga ada dua titik api, di Desa Buluh Apo memasuki hari kedelapan dan Karla di Dusun Pamesi, Desa Pangkalan Libut, kendala yang dihadapi tim gabungan adalah minimnya sumber air," katanya lagi.***(dik)

Foto/Istimewa : Petugas memadamkan api di tengah kepulan asap Karla, Kamis (4/3/21).

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang