Kamis, 4 Maret 2021 16:33

Langgar Ketentuan Penyaluran JBKP, 5 SPBU di Pekanbaru Dijatuhi Sanksi

5 SPBU di Pekanbaru menerima sanksi oleh Pertamina MOR I akibat penyalah guna penyaluran JBKP Premium. Dua pemberhentian alokasi premium dan tiga skorsing selama sepekan.



Riauterkini - PEKANBARU - Pertamina MOR I berikan sanksi terhadap lima Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang diduga melakukan penyalahgunaan dalam menyalurkan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Premium di Pekanbaru.

Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional bagian Utara (Sumbagut), Taufikurachman mengatakan SPBU yang tidak tertib dalam menyalurkan Premium akan diberikan sanksi secara bertahap. Di Pekanbaru sendiri ada lima SPBU yang telah dijatuhi sanksi.

Rincinya dari lima SPBU tersebut dua diantaranya diberikan sanksi tegas, berupa penghentian alokasi Premium. Sementara tiga SPBU lainnya dikenakan sanksi berupa skorsing selama satu minggu.

"Mereka telah melakukan pelanggaran berulang-ulang," terangnya, Kamis (04/03/21).

Dijelaskannya, sanksi itu diberikan lantaran ada indikasi kecurangan oknum petugas SPBU yang diduga terlibat pelangsiran BBM bersubsidi dan tangki kendaraan dimodifikasi.

"Sudah bisa dipastikan pelangsir dan pengisian untuk mobil roda empat lebih dari kapasitas tangki standar. Tangkinya dimodifikasi agar bisa mengisi Premium lebih banyak," jelasnya.

Dalam pemberian sanksi, pihaknya sebelumnya melakukan pemberian surat peringatan atau teguran. Kemudian penghentian pasokan suplai Premium sementara. Hingga penghentian suplai secara permanen.

“Kami akan menindak tegas SPBU yang tidak tertib dalam menyalurkan JBKP Premium. Sanksinya mulai dari surat teguran, skorsing, penghentian suplai Premium sementara hingga penghentian suplai secara permanen tergantung tingkat kesalahan dari pihak SPBU tersebut,” terangnya.

Sementara terdapat 26 SPBU dari 50 SPBU yang masih menjual Premium di Pekanbaru. Jumlah ini di luar 5 SPBU yang telah mendapatkan sanksi tadi. Sedangkan untuk wilayah Riau total ada 156 SPBU yang menyalurkan Premium.

"Untuk volume BBM sesuai permintaan masing-masing pihak SPBU," bebernya.

Tercatat dari Januari hingga Februari 2021 ini di Riau pihaknya telah menyalurkan JBKP sebanyak 15.432 kilo liter dan Jenis BBM Tertentu (JBT) sejumlah 18.524 kiloliter.

"Untuk penyaluran BBM tidak ada pengurangan sama sekali sesuai dengan kuota penugasan," tambahnya.

Taufikurachman berharap kedepan tak ada lagi SPBU yang terkena sanksi. Ia juga mengatakan seluruh masyarakat serta semua pihak dapat ikut mengawasi penyaluran BBM subsidi ini.

"Jika ada indikasi SPBU sebagai lembaga penyalur JBKP kurang tepat sasaran, saya harap masyarakat memberikan laporan melalui call center Pertamina di nomor 135," tandasnya.***(arl)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang