Kamis, 4 Maret 2021 13:38

Mantan Camat Tenayan Raya Terjerat Korupsi Dana PMB-RW Diadili

Diduga terlibat korupsi dana PMB-RW, mantan Camat Tenayan Raya diadili. Telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp493 juta.

Riauterkini-PEKANBARU-Mantan Camat Tenayan Raya, Abdimas Syahfitrah, pada Kamis (4/3/21) siang mulai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, atas perkara korupsi dana Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW).

Sidang dipimpin majelis hakim Mahyudin SH MH, pada sidang secara virtual tersebut. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pekanbaru. Dewi Shinta Dame Siahaan SH, Lusi Man Mora SH dan Nuraeny Lubis SH mengatakan bahwa perbuatan terdakwa itu terjadi tahun 2019 lalu.

Dimana terdakwa bersama Fauzan (DPO) selaku Pendamping Kelurahan Sialang Sakti dan Tuah Negeri. Melakukan pencairan pagu anggaran untuk kegiatan PMB-RW di 13 kelurahan di Kecamatan Tenayan Raya. Fauzan sendiri bukanlah warga Pekanbaru melainkan warga XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.

"Dana PMB-RW tahun 2019 itu dikelola secara langsung oleh terdakwa selaku Camat Tenayan Raya. Dana PMB RW yang masuk ke Rekening Kecamatan Tenayan Raya Tahun 2019," terang JPU.

Selanjutnya terdakwa kemudian memerintahkan Eka Saputra selaku Bendahara Pengeluaran Kecamatan Tenayan Raya untuk menyerahkan dana PMB-RW Tahun 2019 kepadanya. Kemudian, terdakwa bersama Fauzan yang mencari narasumber, menentukan tempat, membeli peralatan dan bahan. Adapun Para Lurah hanya diberikan Dana/Uang Honor Peserta kegiatan dan Panitia kegiatan Non PNS (Pembaca Doa dan MC acara).

Pada tahun tersebut Kecamatan Tenayan Raya mendapat Dana Alokasi Umum Tambahan ke APBD Pekanbaru untuk Kegiatan Pembangunan Sarana, Prasana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dana Kelurahan) sebesar Rp665.881.920. Anggaran tersebut, semestinya dikelola oleh pihak kelurahan sebagai KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan PPTK untuk anggaran pelaksanaan kegiatan PMB-RW.

" Dalam hal ini, Terdakwa malah mengumpulkan para lurah se Kecamatan Tenayan Raya dan memerintahkan untuk menyerahkan pelaksanaan kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW) Tahun 2019 dan Kegiatan Pembangunan Sarana, Prasana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat tahun 2019," kata JPU lagi.

Saat pertemuan dengan lurah tersebut, beberapa lurah tidak setuju pengelolaan kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMB-RW) dan Kegiatan Pembangunan Sarana, Prasana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat dikelola oleh terdakwa. Karena seharusnya Lurah yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan dan pengelolaan anggaran PMBRW dan Dana Kelurahan.

Selanjutnya, terdakwa bersama dengan Fauzan mengambil alih kegiatan Pelatihan PMB-RW Tahun 2019 dan Kegiatan Pembangunan Sarana, Prasana Kelurahan dan Pemberdayaan Masyarakat tahun 2019 (Dana Kelurahan) dengan perincian. Kegiatan pelatihan itu diantaranya, Daur ulang sampah, Pelatihan Padi, Jagung, Kedelai, Pengolahan Ikan, pelatihan Pembibitan Jamur, Pelatihan Home Industri, Menjahit, Pelatihan Hidroponik, Pelatihan Salon Kecantikan dan lainnya.

Selanjutnya, terdakwa memerintahkan saksi Eka Saputra untuk menyiapkan administrasi pencairan dana kegiatan PMB-RW Kecamatan Tenayan Raya dan mencairkan dana kegiatan dengan jumlah Rp.567.894.945.

Terdakwa juga memerintahkan Eka untuk membuat pertanggungjawaban yang tidak sesuai dengan sebenarnya. Kendati saksi Eka sempat menolak, namun adanya tekanan dari terdakwa, Eka mau membuat pertanggungjawaban dan mengikuti perintah dan arahan terdakwa.

Begitu dana itu masuk ke rekening Bendahara Pengeluaran Pembantu Kelurahan, terdakwa memanggil Edo Bagus Juniananta (staf Kecamatan Tenayan Raya) bersama EKA SAPUTRA, untuk mengambilnya dari 11 (sebelas) kelurahan. Yaitu Kelurahan Kulim, Kelurahan Rejosari, Kelurahan Bencahlesung, Kelurahan Bambukuning, Kelurahan Sialangsakti, Kelurahan Melebung, Kelurahan Mentangor, Kelurahan Pebatuan, Kelurahan Pematangkapau, Kelurahan Sialangrampai, Kelurahan Tuahnegeri.

" Kamis tanggal 22 Agustus 2019, Edo menyerahkan dana kelurahan sebesar Rp.543.645.920 kepada terdakwa di kantor Kecamatan Tenayan Raya. Saat itu FAUZAN (DPO) dan sdr AGUNG juga diruangan terdakwa," ucap JPU.

Dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan PMB-RW yang dikoordinir oleh Fauzan. Terdapat surat pertanggungjawaban Surat Pertanggung jawaban (SPJ) fiktif. Diantaranya, pada Kegiatan Pelatihan Ternak Sapi PMB-RW Kelurahan Melebung, dengan total Sebesar Rp.58.724.292,00. Selanjutnya untuk Pelatihan Budidaya Lele yang bersumber dari Dana Kelurahan (DANKEL) Kelurahan Tuah Negeri.

"Perbuatan terdakwa yang melawan hukum dengan cara memperkaya diri sendiri. Telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp.493.486.858," jelas jaksa.

Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat dengan pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.***(har)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang