Rabu, 3 Maret 2021 16:57

Meluas, Wabup Bengkalis Tinjau Sejumlah Lokasi Kebakaran Lahan

Kebakaran lahan di Bengkalis terus meluas. Dilaporkan sudah mencapai sekitar 120 hektar ludes. Wabup Bengkalis tinjau sejumlah titik dan imbau warga jangan bakar lahan.

Riauterkini-BENGKALIS- Setelah ikut berjibaku memadamkan karhutla di Desa Pambang Pesisir Kecamatan Bantan, Selasa (2/3) kemarin, siang Rabu (3/3/21) Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso kembali merapah perkebunan semak belukar di Desa Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis.

Didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkalis, H. Tajul Mudaris, Bagus Santoso berjalan kaki sekitar 500 meter menuju titik sekat kebakaran. Di lokasi sudah berjibaku sejak pagi, Kapolsek Bengkalis AKP Syech bersama Daramil Bengkalis Kapt. Arh. Isnanu, Wakapolsek Bengkalis Iptu Kasmandar Bekti dan anggota, serta petugas pemadam dari BPPD Kabupaten Bengkalis.

Beberapa keluhan disampaikan Danramil dan Kapolsek, terutama menyangkut sarana atau peralatan pemadaman juga sulitnya mendapatkan sumber air baku,” Ini masalahnya, semalam kami di Pambang Pesisir kondisinya tanah gambut memadamkan api cukup sulit karena api membakar ke dalam gambut. Sejatinya sumber air tidak sulit, digali saja tanah gambut pasti ada airnya, hanya saja alat berat untuk menggali atau membuat embung yang tidak ada,” sebut Bagus.

Sementara di lokasi karhutla Desa Teluk Latak memang pemadaman tidak sesulit di tanah gambut, hanya saja petugas kesulitan mencari atau mendapatkan air baku di sekitar lokasi kebakaran. Air terpaksa diambil dari laut atau sungai terdekat, lalu dimasukkan ke tempat penampungan.

Seperti disampaikan Gubernur Riau, H Syamsuar saat berkunjung ke Desa Muntai, bahwa keneradaan alat berat (Exavator) sangat diutuhkan untuk menangani karhutla, utamanya untuk membuat embung dan sekat api.

“Seperti disampaikan rekan dari Dinas PUPR tadi, bahwa kita punya tujuh alat berat, sayangnya saat ini ke tujuh alat berat tersebut rusak, karena memang dimakan usia. Hal ini menjadi pertimbangan bagi kami dan rekan-rekan di legislative untuk bagaimana ke depan kondisi ini menjadi perhatian bersama,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus Santoso juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar lahan baik saat membersihkan atau membuka lahan perkebunan. Begitu juga kepada para pemancing dan pencari madu lebah, untuk hati-hati tidak meninggalkan puntung rokok atau apapun sebelum benar-benar padam.

“Tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tapi harus didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Petugas sudah berhari-hari bertungkus lumus memadamkan kebakaran ini,” kata Bagus lagi.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Bengkalis, H. Tajul Mudarris mengatakan, saat ini setidaknya sudah 120 hektar lahan di Kabupaten Bengkalis yang terbakar. Beberapa lokasi sudah berhasil dipadamkan dan sebagian sedang berlagsung pendinginan.

"Pemerintah pusat telah memberikan bantuan satu unit mobil tanki. Kegunaannya untuk membantu suplai air saat terjadi kebakaran lahan seperti sekarang ini,” ujar Tajul.***(dik/rls)

Foto/Istimewa : Wabup Bengkalis H. Bagus Santoso (kiri) menuju lokasi Karla di Desa Teluk Latak, Rabu (3/3/21).

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang