Rabu, 20 Januari 2021 17:35

Satu Ditembak Polisi, 4 Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Sepasang Kekasih di Pekanbaru Dibekuk

Jajaran Polresta Pekanbaru berhasil tangkap empat pelaku penyiram air keras kepada sepasang kekasih. Seorang dihadiahi timah panas.

Riauterkini-PEKANBARU-Tim Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru sukses membekuk 4 pelaku penyiraman air keras yang dialami sepasang kekasih, Indah (26) dan Heggi (26) yang terjadi pada 13 Januari 2021 pekan lalu di Jalan Tamtama, Kecamatan Payung Sekaki. Empat tersangka itu yakni EP alias Pardede (26), Candra (19), Fajar (51) dan Justin (28).

Ketika jumpa pers di Mapolresta Pekanbaru, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya menjelaskan, para tersangka tersebut diringkus saat sedang menginap di salah satu hotel di Pekanbaru, Senin (18/01/21) lalu. Dari empat tersangka itu, satu tersangka yaitu Justin juga terpaksa di tembak kakinya oleh petugas karena berusaha melarikan diri ketika petugas sedang melakukan pengembangan penyidikan.

"Motifnya, para tersangka melakukan penyiraman air keras karena sakit hati terhadap korban yang telah memviralkan video unjuk rasa yang dilakukan tersangka. Sebelum kejadian, para tersangka sempat melakukan aksi unjuk rasa di perusahaan tempat korban bekerja. Lalu korban merekam dan memviralkannya sehingga tersangka sakit hati," ujar Nandang didampingi Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Juper Lumban Toruan ketika memimpin ekspose, Rabu (20/01/21).

Sementara dua korbannya, sambungnya, harus dirawat di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru karena mengalami luka serius dibagian wajahnya usai disiram air keras oleh para tersangka saat kejadian.

"Keempat tersangka ini punya peran berbeda-beda ketika melakukan penyiraman air keras tersebut. Eksekutornya tersangka JS alias Justin," sebutnya.

Masih kata Nandang, selain mengamankan keempat tersangka, pihaknya juga turut mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Beat warna hitam merah yang digunakan tersangka Candra dan Fajar ketika melaksanakan aksinya. Kemudian uang tunai senilai Rp 300 ribu milik tersangka Fajar yang diduga merupakan bayaran dari tindak pidana yang dilakukannya. Adapula sehelai jaket warna coklat milik tersangka Justin.

"Kita masih kembangkan penyidikan untuk memburu otak pelaku inisial RU. (RU) diduga kuat yang menyuruh para tersangka untuk melakukan tindak pidana penyiraman air keras tersebut," tutupnya.***(gas)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang