Senin, 11 Januari 2021 17:36

Diduga Postingan Palsu, Kasat Reskrim Polres Rohul Mengaku tak ada Penyekapan

Polres Rohul mengaku tidak ada penyekapan perempuan di cafe milik Bakry Dayan di KM 4 Pasirpengaraian. Postingan Facebook tersebut diduga palsu.

Riauterkini-PASIRPENGARAIAN- Sebuah postingan Facebook perempuan inisial HW (21 tahun), dengan akun Tilly B dengan adiknya berisi pesan ia disekap di cafe milik Bakry Dayan, di Kilometer 4 Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), diduga palsu.

Dari penyelidikan polisi terungkap, HW yang merupakan perempuan asal Klumpang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) merasa tidak nyaman bekerja di cafe Bakry Dayan, diduga karena persaingan kerja.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, melalui Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu AKP Rainly L, mengatakan awalnya Kepolisian mendapat laporan dari masyarakat, diduga ada penyekapan perempuan berusia di bawah umur di cafe Putri Tunggal Bakry milik Bakry Dayan.

Pada chatingan tersebut, HW mengaku ke adiknya bahwa dirinya minta dijemput karena bila tidak di jemput akan dijual ke laki-laki hidung belang.

Mendapat informasi tersebut, kata AKP Rainly, Kepolisian segera menindaklanjuti. Tim gabungan dari Satreskrim, terdiri dari unit Opsnal Polres, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta beberapa personel dari Sabhara Polres Rokan Hulu langsung turun ke lokasi pada Sabtu 09 Januari sekira pukul 03.00 WIB.

Polisi sempat mengamankan HW, pemilik cafe Bakry, serta saksi yang memasukkan HW bekerja inisial Ff, serta sejumlah saksi lain termasuk kasir cafe, dan mereka dibawa ke Mapolres Rokan Hulu.

"Saat dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi terkait postingan chatting di Messanger Facebook dikatakan HW ke adiknya, ternyata tidak benar dan postingannya palsu. Karena sama sekali tidak ada penyekapan," ungkap AKP Rainly.

Perempuan yang mengaku berusia di bawah umur juga tidak benar, karena sudah berusia 21 tahun dan sudah berkeluarga di kampung halamannya.

Sedangkan postingan yang sempat menghebohkan karena mengaku disekap, dibuat HW agar pihak keluarga menjemputnya karena tidak mau bekerja lagi, karena ada perselisihan dengan rekan kerjanya.

"HW sudah mengakui chattingan yang dibuatnya mengaku disekap agar keluarganya mau menjemputnya pulang. Dirinya bekerja di cafe juga diakuinya atas kemauan sendiri dan tak ada paksaan dari pihak manapun," ungkap AKP Rainly.

"HW selama bekerja diperlakukan baik oleh pemilik cafe. HW bekerja di cafe Bakry meminta kerja ke rekannya (inisial Ff) yang sudah bekerja lama sebagai pelayan cafe milik Bakry," tambah Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu, masih didampingi Kanit PPA dan KBO Reskrim.

AKP Rainly menjelaskan ke penyidik HW takut berhenti bekerja di cafe Bakry sehingga dirinya membuat chatting di messengger Facebook dengan adiknya seolah-olah dirinya disekap.

"Jadi dari penyelidikan yang kita lakukan tidak ada penyekapan oleh pemilik cafe, termasuk ada informasi HW dijual. Kepada pemilik cafe saat ini di terapkan agar wajib lapor dua kali seminggu," kata Kasat Reskrim.

"Kesimpulannya, perkara ini masih dalam penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh Unit PPA Polres Rohul. HW dan rekannya (Ff) telah dititipkan di Rumah Sosial Aman di Pekanbaru," terangnya.

AKP Rainly mengaku saat ini HW dan Ff masih menunggu keluarganya yang akan menjemputnya. Keduanya dibolehkan pulang setelah ada ada bukti data diri dari pihak keluarga.***(zal)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang