Sabtu, 9 Januari 2021 18:34

Dua Gajah Liar Rusak Sawit Warga Kuala Terusan, Pelalawan

Dua gajah liar yang masuk ke areal perkampungan Kuala Terusan telah merusak kebun warga. Ratusan batang kelapa sawit menjadi dirusak satwa dilindungi ini.

Riauterkini- PELALAWAN-Dua ekor gajah liar saat ini masih berada di area perkampungan Desa Kuala Terusan Pangkalan Kerinci, masuknya hewan bertubuh besar ini ke pemukiman dan perkebunan warga tidak hanya menimbulkan kecemasan, namun ratusan batang sawit milik warga juga ikut rusak dimakan dan di injak gajah.

Salah seorang warga Kuala Terusan Atan Karely ( 31) kepada riauterkini.com Sabtu (9/1/21) membenarkan bahwa kebun sawit miliknya juga menjadi korban akibat kehadiran satwa liar ini.

"Setelah kami hitung hampir ratusan batang sawit dimakan dan rusak, itu jumlah yang kami hitung 3 hari yang lalu, sementara hari ini hewan besar itu masih berkeliaran disana pasti akan bertambah lagi tanaman warga yang akan di makannya," ujarnya.

Lanjut Atan, persoalan ini tentunya sudah tidak bisa dianggap remeh, sebab kerugian terhadap masyarakat sudah jelas, jika hewan ini tidak cepat dievakuasi dari desa ini pasti akan ribuan batang tanaman yang akan dimakannya.

" Bayangkan saja, dua ekor hewan sebesar itu untuk meluluh lantakkan 1 hektar kebun sawit umur 1 tahun, tak cukup waktu 1 hari," tutur dengan nada sedih dan kesal.

Untuk itu, dirinya berharap kepada pihak pemerintah melalui lembaga BBKSDA Riau untuk segera mengambil tindakan secepat nya, agar konflik antar manusia dan gajah ini tidak berkepanjangan dan berkelanjutan.

"Harus cepat dan sigap, jika ini di biarkan lama tentunya akan semakin banyak kerugian warga, sisi lain, hewan ini juga tidak boleh disakiti apalagi dibunuh sebab dilindungi Undang-Undang," tambahnya.

Sementara menyikapi persoalan ini Kabid KSDA wilayah I Riau, Andre Hansen Siregar, meminta agar masyarakat mengurangi aktivitas disekitar gajah tersebut dan upayakan juga untuk sementara tidak berada dikebun.

"Biar cepat konflik ini selesai, kami berharap masyarakat memberikan ruang gerak gajah untuk melintasi jalur keluar, yaitu jalur yang menjadi jalan gajah tersebut masuk," tuturnya.

Progresnya saat ini, kedua gajah telah kembali bertemu, hal ini akan memudahkan kita utk melakukan penggiringan.

"kami memohon dukungan semua pihak, agar dapat mendukung Tim dalam rangka menyelsaikan masalah ini, baik dari pemerintah desa, pemilik kebun, pihak korporasi maupun masyarakat desa sendiri," harap Hansen*** ( Cho)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang