Sabtu, 9 Januari 2021 16:45

1 Kawanan Gajah Nyasar ke Pemukiman Warga Kuala Terusan

Dua kawanan gajah di desa Kuala Terusan, Pelalawan terpisah. Satu berjalan ke pemukiman warga.

Riauterkini- PELALAWAN- Warga desa Kuala Terusan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, semenjak tiga hari yang lalu di resahkan oleh masuknya Gajah ke perkebunan bahkan sudah mendekati pemukiman warga.

Kehadiran hewan langkah bertubuh besar ini, sontak saja membuat warga yang memiliki kebun dilokasi tersebut resah, sebab untuk bertahan hidup sang gajah tak segan segan melahap tanaman warga yang di lewatinya.

Kabid Konservasi Sumber Daya Alam ( KSDA) wilayah I Andre Hansen Siregar, membenarkan kehadiran kawanan gajah ini dekat pemukiman warga Desa Kuala Terusan.

"kita sudah mendapat laporan dari beberapa hari yang lalu dan lansung melakukan tindakan penyelamatan, bahkan karena permintaan warga malam tadi sekitar pukul 22.00 wib, kita bersama tim turun ke lokasi berusaha untuk menggirig seekor gajah yang diduga terjebak di lokasi sekitar pemukiman warga," ujar A Hansen kepada Riauterkini.com Sabtu (9/1/21) .

Lanjut Hansen, Gajah yang berada di sekitar perkebunan warga ini terdiri dari dua ekor, satu gajah dewasa dan satunya lagi masih anak.

"Tetapi akibat disinyalir akibat tindakan warga yang ingin menghalau gajah ini dengan cara membunyikan petasan, membuat dua kawanan gajah ini panik dan terpisah, satu gajah yang besar itu berada dekat pemukiman warga tepatnya di belukar di belakang SD N Kuala Terusan," tuturnya.

Terkait hal ini, Hansen meminta masyarakat di sekitarnya jangan panik ataupun melakukan tindakan yang akan dapat mengakibatkan gajah ini bergerak dalam kepanikan, sebab bisa saja dengan pengusiran tidak sesuai SOP, malahan akan membuat gajah ini tambah bergerak ke pemukiman warga yang lebih ramai.

"Kita memaklumi apa yang di kwatirkan warga, baik akan rusak nya tanaman bahkan keselamatan. Namun di sisi lain kita juga berusaha bagaimana menyelamatkan hewan langkah ini, sebab jelas dilindungi oleh undang-undang," ungkapnya.

Hansen berpesan, kepada masyarakat yang berada di sekitar terjebaknya gajah ini untuk tetap waspada, tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat jika sewaktu-waktu melihat dan mengetahui pergerakan hewan ini ke pemukiman warga.

" Kita beri kesempatan kepada hewan ini untuk kembali ke jalur lalunya, sebab secara alami, hewan ini juga tahu habitat dan ingin berkumpul kembali dengan kawanannya, " ucap Hansen.

Sementara Sekdes Kuala Terusan Syarkawi kepada Riauterkini.com membenarkan bahwa kehadiran Gajah ini membuat warga panik juga ketakutan, sehingga wajar saja warga dengan spontanitas melakukan aksi pengusiran dengan cara membunyikan petasan dan sebagainya.

"Kita tentu berharap konflik warga dengan hewan besar ini cepat berlalu, sang gajah bisa kembali pulang ke kawanannya dengan tidak menimbulkan kerugian yang besar terhadap warga kami," ujarnya.*** ( Cho)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang