Selasa, 29 Desember 2020 14:10

ASITA Nilai Tak Diizinkannya Turis Luar Negeri Masuk Adalah Langkah yang Baik

Langkah pemerintah Indonesia menutup pintu masuk bagi turis dan wisatawan ke Indonesia mulai 1 Januari 2021, dinilai baik oleh Pengamat Pariwisata Riau.

Riauterkini - PEKANBARU -Menurut Dede Firmansyah, yang juga Wakil Ketua Bidang Kelembagaan dan Pemerintah DPP Asita, Selasa (29/12/20), langkah ini sangat baik guna memutus penyebaran virus corona di masa libur tahun baru.

Dari sisi pariwisata, tentu akan ada dampaknya. Karena tak adalagi wisatawan luar negeri yang melencong ke berbagai destinasi di tanah air. Namun hal ini bisa ditanggulangi jika dapat diterapkan aturan domestik secara baik dan benar.

"Tiap-tiap negara punya cara berbeda mengelola covid-19, belum ada negara yang sukses menanggulangi virus yang sudah menjadi pandemi dunia ini. Indonesia cendrung berbeda dalam penangan Covid-19. Yang ditakutkan ibu Menlu itu mungkin soal penyebaran virus corona varian baru dari Inggris yang kabarnya menular dengan cepat," ungkap Dede kepada riauterkini.com.

Menurut Dede, ekonomi Indonesia khususnya di sektor pariwisata, akan tetap hidup tanpa adanya turis luar negeri.

Asalkan ada penataan ulang terkait aturan bagi wisatawan domestik. "Berilah kemudahan akses bagi wisatawan domestik. Misalnya mempermurah harga perjalanan menuju lokasi wisata. Dengan begitu pariwisata Indonesia akan tetap bergeliat," jelas Dede.

Menurut Dede, Indonesia sangat unik dalam menangani Covid-19. Di mana, Indonesia tetap bisa menjaga ekonomi di tengah penanganan masalah kesehatan.

"Jadi saat turis luar negeri tak bisa lagi masuk Indonesia, saya percaya ekonomi Indonesia akan tetap baik. Kuncinya selain mempermudah akses bagi wisatawan domestik untuk berwisata ke berabagi daerah, juga harus ada ketegasan lagi dalam penerapan protokoler kesehatan di masyarakat," paparnya.

"Kita juga harus didik masyarakat benar-benar lakukan itu (protokoler), termasuk juga destinasi wisata juga harus patuh. Jika semuanya taat, pastinya semua stabil, baik dari segi kasus dan ekonomi," tambah Dede.

Dede berujar, kunci kesuksesan penangan Covid-19 di tanah air salah satunya ada di tangan Satgas Covid-19.

Ia menyarankan, di setiap destinasi wisata diharapkan ada petugas dari TNI/Polri dan Satpol PP yang berjaga, agar disiplin protokol kesehatan di masyarakat makin baik.

"Khususnya di Riau sekarang yang kita lihat tidak ada pengawasan satgas di lokasi wisata. Jadi ini penting, karena masyarakat itu harus diberi ketegasan lagi," katanya.

Lanjut Dede, Riau harus bisa mencontoh Jawa Barat dalam penanganan Covid-19. Provinsi yang dipimpin Ridwan Kamil itu, menerapkan aturan khusus bagi wisatawan yang datang melancong ke daerahnya.

"Kalau ada yang mau masuk pariwisata Jawa Barat itu dirapid test atau swab dulu. Jadi tidak hanya pada saat menaiki alat transporttasi. Ini bisa dicontoh, tidak hanya di Jawa Barat, tapi di seluruh Indonesia bisa kita terapkan," ungkap Dede.

"Kalau kita masih lengah, jangan sampai setelah libur tahun baru 2021 terjadi lagi kasus seperti di bulan Oktober lalu yang kasusnya meledak, sampai sehari 8.000 orang yang positif covid-19," sebutnya.*(arl)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang