Senin, 30 Nopember 2020 14:44

Dugaan Halangi-halangi Kampanye, Sentra Gakkumdu Bengkalis Naikkan Status ke Penyidikan

Telah memenuhi unsur, Tim Sentra Gakkumdu Bengkalis meningkatkan status laporan dugaan menghalangi-halangi kampanye salah satu Paslon di Pinggir ke status penyidikan.

Riauterkini-BENGKALIS- Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bengkalis sepakati melanjutkan status dugaan menghalang-halangi kampanye salah satu pasangan calon (Paslon) Pilkada Bengkalis di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis dari penyelidikan ke status penyidikan.

Keputusan tersebut ditetapkan Tim Sentra Gakkumdu dugaan menghalang-halangi yang dilaporkan oleh masyarakat itu sudah memenuhi unsur tindak pidana Pemilu sebagaimana tertuang dalam Pasal 187 ayat 4 Undang-undang Nomor 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yaitu menghalang-halangi kegiatan kampanye.

Demikian ditegaskan Tim Sentra Gakkumdu Bengkalis disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Bengkalis, AKP Meki Wahyudi, S.I.K, Kasi Pidum Kejari Bengkalis Immanuel Tarigan, S.H dan Koordinator Devisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bengkalis, M. Harry Rubianto, di ruang rapat Kantor Bawaslu, Jalan Antara, Senin (30/11/20).

"Dugaan tersebut Pada pokoknya memang ada unsur pidana dalam upaya menghalang-halangi kegiatan kampanye Paslon sesuai dengan Pasal 187 ayat 4 sehingga statusnya kami tingkatkan ke penyidikan. Bagaimana perkembangan nanti, sama-sama menunggu dari Tim Penyidik," ungkap Kasi Pidum Immanuel Tarigan saat menyampaikan keterangan.

Hal yang sama disampaikan Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, bahwa kasus dugaan menghalang-halangi kampanye yang dilaporkan salah satu Paslon di Desa Muara Basung, Kecamatan Pinggir itu sudah ke tahap penyidikan sejak Sabtu (28/11/20) kemarin.

Akan tetapi, kata AKP Meki, belum ada satu pihakpun yang  ditetapkan sebagai tersangka. Dan kasus ini akan terus digesa hingga 14 hari kedepan.

"Tim belum menetapkan satupun tersangka, masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutannya. Sampai hari ini masih berjalan pemeriksaannya," katanya lagi.

Kemudian ditambahkan Koordinator Devisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Bengkalis, M. Harry Rubianto, pemeriksaan saksi yang telah dilakukan, Tim Sentra Gakkumdu sudah memanggil dan memeriksa sebanyak dua orang saksi pelapor dan tujuh saksi pengembangan, serta saksi ahli pidana.

"Kami akan bekerja secara profesional dan tidak ada intervensi dari pihak manapun," tegasnya.

Kesempatan ini, Sentra Gakkumdu juga mengimbau kepada masyarakat menjaga bersama-sama kondusifitas dan ketertiban, agar Pilkada berlangsung nyaman dan tidak ada intimidasi atau unsur paksaan.

"Pilkada berjalan dengan semangat demokratis, tanpa politik uang, betul-betul dari rakyat untuk rakyat. Dan kepada media massa kami juga mengajak agar menyampaikan informasi-informasi yang sejuk tidak membuat masyarakat terprovokasi. Beda pilihan itu biasa yang didasari tidak ada dendam, dengki, dan intimidasi," imbau Harry.***(dik)



Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang