Jum’at, 27 Nopember 2020 15:38

Tiga Desa Proklim Binaan PT RAPP Terima Penghargaan dari Kemen-LHK.

Tiga desa binaan RAPP terima penghargaan. RAPP juga mendapatkannya, peran sertanya dalam pendampingan program Kampung Iklim di Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Tiga desa binaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memperoleh sertifikat Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK). Proklim adalah Program Kampung Iklim yang merupakan program lingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK).

Tujuannya meningkatkan keterlibatan masyarakat melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Penyerahan sertifikat, diserahkan oleh Kepala DLHK Riau Maamun Murod diwakili Kabid Perubahan Iklim, Nelson Sitohang di aula Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau.

"Alhamdulillah, pada 2020 desa binaan proklim yang kita lakukan mendapatkan penghargaan atas program desa binaan yang kita lakukan. Ini merupakan program lanjutan dari tahun sebelumnya," kata SHR RAPP Wilayah Provinsi Riau, Roni Hasfikar," Jumat (27/11/20).

Tiga desa tersebut, yakni Dusun Lubuk Pogang Desa Subarak Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar, Desa Koto Benai Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi, Dusun III Kampung Simpang perak Jaya Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak.

Selain itu, sertifikat juga diberikan kepada PT RAPP dan perusahaan lainnya atas dukungan dan peran sertanya dalam pendampingan program Kampung Iklim di Riau.

Dijelaskan Roni, melalui kegiatan Proklim tersebut, RAPP secara berkelanjutan terus mendukung upaya pemerintah pusat dan provinsi melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Diantaranya, mendukung dengan memperkuat aksi nyata atas dampak perubahan iklim untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), yang telah dilaksanakan sejak 1999 silam di desa-desa yang ada disekitar daerah operasional PT RAPP. Ada pun program yang dilaksanakan tersebut yakni peningkatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan sistem pertanian terpadu pada kelembagaan kelompok tani.

Kemudian program pemberdayaan usaha kecil dan menengah, program peningkatan kesehatan masyarakat, program pendidikan. Selain itu, ada juga program sosial dan infrastruktur, program kesukarelawanan karyawan (gotong royong bersama masyarakat), program keagamaan, pemberdayaan Masyarakat Peduli Api (MPA).

"Kita mengapresiasi kegiatan Proklim dari Kemen-LHK ini. Sistem dari kegiatan ini sangat memotivasi masyarakatnya. Terutama, desa binaan yang telah dilakukan RAPP," ungkap Roni.

Desa-desa yang telah menerima program pemberdayaan dari PT RAPP telah dapat diselaraskan dengan kegiatan proklim yang kemudian dilakukan penguatan dapat didaftarkan sebagai desa Proklim melalui Sistem Registri Nasional (SRN) Kemen-LHK.

Kegiatan program kampung iklim yang dilaksanakan didesa binaan terdiri dari tiga elemen yakni kegiatan adaptasi, mitigasi dan penguatan kelompok masyarakat. Untuk mendukung kegiatan adaptasi, masyarakat telah melaksanakan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL).

Dimana dalam program ini masyarakat melaksanakan budidaya pertanian hortikultura yang ramah lingkungan dengan memaksimalkan pemanfaatan pekarangan. Dengan KRPL ini diharapkan lingkungan rumah dan pekarangan masyarakat menjadi lebih asri dan memberikan manfaat dalam ketahanan pangan dan mampu meningkatkan pendapatan.

Untuk upaya antisipasi kekeringan masyarakat telah difasilitasi untuk membuat peresapan air berupa pembuatan lubang biopori. Biopori ini dibuat dimasing-masing pekarangan setiap rumah dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan. Masyarakat juga membuat embung secara swadaya. Kegiatan penampungan air hujan dilakukan oleh masyarakat untuk kegunaan penyiraman tanaman sehingga dapat menghemat air rumah tangga.

Sementara Zamzuli Hidayat selaku Koordinator Program Sistem Pertanian Terpadu RAPP menjelaskan sebelum adanya kegiatan Proklim, RAPP sudah melakukan berbagai kegiatan CSR. Baik dalam bentuk ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial termasuk dalam hal ketahanan pangan.

Kemudian setelah muncul kegiatan Proklim dari Kemen-LHK, apa yang telah dilakukan RAPP melalui kegiatan CSR ternyata selaras. Sehingga RAPP tinggal mensinkronkannya saja lagi, apa yang menjadi ditekankan dalam Proklim.

"Pada tahun 2018, PT RAPP telah mendaftarkan kegiatan mitrabina di tujuh wilayah. Lima diantaranya memperoleh penghargaan sertifikat proklim. Tahun 2019, ada empat wilayah dan kembali memperoleh Sertifikat Proklim Utama," ungkap Zamzuli.

Salah satu penerima penghargaan warga Simpang Perak Jaya, Abdul Ghofur, mengatakan melalui program Proklim yang dilaksanakan di kampungnya sangat dinilai sangat bermanfaat. Terutama binaan yang telah dilakukan PT RAPP termasuk pihak kabupaten.

"Hasilnya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Contohnya penanaman sayuran, sangat bermanfaat bagi keluarga," ujarnya. ***(mok)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang