Kamis, 26 Nopember 2020 14:28

Jadi Jurkam di Pilkada,
Sikap Politiknya Dituding Bisa Memecah Umat, UAS Berikan Klarifikasi

Jadi jurkam paslon dan mendukung salah satu Paslon di pilkada serentak 2020 di Riau, UAS dianggap memecah belah umat. UAS berikan klarifikasi.

Riauterkini-PEKANBARU-Setelah mendukung Hafith-Erizal di Pilkada Rohul, Ustadz Abdul Somad (UAS) juga menjadi Juru Kampanye (jurkam) Faisal Amris diPpilkada Dumai. Hal itu dinilai pengamat politik sebagai sikap politik yang dapat memecah belah umat.

Alasannya, umat muslim jamaah UAS bisa berpandangan politik dengan mendukung Paslon Pilkada yang berbeda. Baik jamaahnya di Rohul, di Dumai maupun di daerah lain yang salah satu paslonnya didukung UAS.

Terkait itu, orang dekat yang juga juru bicara UAS, Hendriyanto, Kamis (26/11/20) memberikan klarifikasinya mengenai sikap politik UAS dalam Pilkada serentak 2020). Menurutnya, pernyataan pengamat politik yang menyatakan "Sikap politik UAS memecah belah ummat" adalah opini menyesatkan.

"Sebelum memberikan penilaian, sebaiknya ngaji dulu, pastikan kuota internet cukup dan dengarkan tausiah-tausiah UAS secara utuh, terutama saat tabligh akbar terkait isu-isu keumatan supaya tidak gagal paham saat memberi tanggapan atas sikap UAS dalam membangun kesadaran umat," terangnya.

Pengamat yang benar-benar mengamati tausiyah UAS secara seksama dan mengerti, tambahnya, akan dapat menyimpulkan bahwa konsen tausiyah UAS pada 3 poin. Yaitu, perbaikan pendidikan, perbaikan ekonomi dan perbaikan politik.

"Ketika UAS mengajak anak-anak jamaah masuk ke Islamic boarding school, ke sekolah Islam terpadu, dll apakah itu sikap memecah belah ummat? Ketika UAS mengajak beli air santri, belanja ke warung tetangga, dll apakah itu memecah belah ummat? Ketika UAS mengajak memilih paslon yang peduli pada program-program keislaman dan keummatan, apakah itu memecah belah ummat?" pungkasnya.*(H-we)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang