Selasa, 24 Nopember 2020 09:25

Pilkada Kuansing, Masyarakat Gunung Toar Mengaku Setia Bersama Mursini

Dukungan kepada Calon Bupati Mursini kembali bertambah. Masyarakat Gunung Toar ramai-ramai hadiri kampanye dan menyatakan setia dengan yel "lanjutkan".

Riauterkini - KUANSING - Sempat diterpa melalui isu miring oleh lawan politiknya bahwa masyarakat Gunung Toar, telah meninggalkan H. Mursini. Namun, hoax tersebut terbantahkan sudah dengan membludaknya kampanye Mursini - Indra Putra di Desa Petahapan.

Bahkan masyarakat berduyun-duyun hadir dalam kampanye terbatas Tim Bermitra. Mereka membuktikan bahwa masyarakat Desa Petapahan masih setia mendukung H. Mursni.

Terlihat dari masyarakat yang hadir duduk memenuhi tenda, sebagian besar lagi berjejal berdiri di luar tenda. Tak henti-hentinya mereka meneriakkan yel-yel “ Lanjutkaaaan” dan ” Menangkan Nomor Dua”. Seusai acara, mereka memanfaatkan sesi foto bersama Calon Bupati H. Mursini.

Kampanye Tim Bermitra di Desa Petapahan hanya dihadiri Calon Bupati H. Mursini dan dua orator Tim Bermitra Sardiyono dan Musliadi. Sedangkan Calon Wakil Bupati, Indra Putra menemui masyarakat di Desa Pulau Ingu, Kecamatan Benai.

Sardiyono dalam orasi politiknya mempertanyakan sikap politik masyarakat Desa Petapahan. Sardiyono mempertanyakan itu untuk menjawab isu yang berkembang. “ Omua bemamak ke urang po,” kata Sardiyono lalu dijawab massa “ Indaaak”.

Dalam orasi politiknya, Sardiyono menjelaskan secara rinci proses pembangunan jembatan Gunung Toar. Penjelasan ini juga untuk menjawab isu yang disebarkan para datuk bahwa pembangunan jembatan itu bukan atas prakrasa H. Mursini.

Dipaparkan Sardiyono, proses pembangunan jembatan Gunung Toar itu diawali tahun 2008 lalu ketika H. Mursini menjadi Wakil Bupati Kuantan Singingi. Dan proses yang terhenti itu dilanjutkan H. Mursini tahun 2014 ketika menjadi anggota DPRD Riau.

Pembangunan jembatan itu baru terealisasi setelah H. Mursini menjadi Bupati Kuantan Singingi. Kalau ada datuk-datuk yang menyebarkan isu pembangunan jembatan bukan atas prakrsa H. Mursini, itu dusta yang disebarkan untuk kepentingan politiik.

“ Pembangunan jembatan itu sepenuhnya perjuangan H. Mursini. Kalau ada datuk- datuk yang menyebutkan itu bukan prakarsa H. Mursini, itu datuk pandutooo,” tandas Sardiyono dengan nada tinggi.

Orator handal Bermitra, Musliadi dalam orasi politiknya masih memberikan penekanan pada pentingnya memenangkan H. Mursini untuk menjadi Bupati Kuantan Singingi dua priode.

Alasannya H. Mursini adalah bupati yang sangat layak diperjuangkan dua priode Di depan masyarakat Desa Petapahan, pria asal Cerenti ini menyampaikan rasa sesalnya jika masyarakat Desa Petapahan tidak bulat suaranya mendukung H. Mursini.

Sesalan ini dikemukakan Musliadi lantaran masyarakat di kecamatan lain berjuang untuk memenangkan H. Mursini.

“ Kami di Cerenti berjuang habis-habisan untuk memangkan H. Mursini. Kini masyarakat Desa Petapahan justeru mendukung calon dari kubu lain. Ini kan sangat bodoh,” kata Musliadi.

Pria yang akrab disapa Cak Mus ini menjelaskan kenapa masyarakat di kecamatan lain berjuang memangkan H. Mursini. Menurut Cak Mus masyarakat yang berjuang memenangkan H. Mursini adalah masyarakat yang cinta negeri Kuansing.

“ Hanya H. Mursini pemimpin yang mampu mengantarkan Kuansing menjadi negeri yang maju. Ini sudah terbukti. Karena itu H. Mursini harus diperjuangkan dua priode,” ujar Cak Mus.

Kampanye Tim Bermitra sangat mengesankan bagi masyarakat Desa Petapahan. Usai acara mereka berfoto bersama, bahkan Calon Bupati H. Mursini dan dua orator Bermitra Sardiyono dan Musliadi tak henti-hentinya diminta warga untuk foto bersama. Kampanye di Desa Petapahan pantas disebut sukses.* (Jok/BT) 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang