Sabtu, 21 Nopember 2020 18:04

Lindungi Masyarakat Tertipu Investasi Bodong dan Fintech,
ISEI Kom UIN Suska Riau Gelar Webinar Nasional

Banyaknya masyarakat yang menjadi korban investasi bodong, mendorong ISEI Kom UIN Suska Pekanbaru mengadakan web seminar nasional. Harapannya, masyarakat semakin cerdas berinvestasi, terutama saat pandemi ini.

Pekanbaru-Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau mengadakan web seminar (webinar) nasional dengan tema Lliterasi Keuangan: Investasi Bodong dan Pinjaman Online (Fintech), Rabu (18/11/20).

Dikatakan oleh Ketua ISEI Kom UIN Suska Riau Darnilawati, SE, M.Si, seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam investasi bodong yang saat ini banyak ditawarkan.

"Selain itu kami juga ingin memberikan pemahaman dan wawsan kepada masyarakat tentang pinjaman online ini. Harapannya, masyarakat tidak terjebak dan mengetahui perusahaan investasi legal dan ilegal serta tidak mudah tergiur dengan pinjaman online ini," kata Darnilawati kepada media.


Dimoderatori oleh Darnilawati langsung, web seminar ini menghadirkan narasumber Kepala Otorisat Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Riau Yusri, serta Kepala Bursa Efek Indonesia Riau Emon Suleiman.

Panitia menyelenggarakan seminar ini sejak pukul 08.00-11.00 WIB melalu zoom meeting. Peserta datang dari kalangan mahasiswa, dosen, guru, pelajar, wirausahawan, karyawan, auditor dan sebagainya. Jumlah yang mendaftar mencapai 502 orang, dimana 323 orang di antaranya memberikan feedback dalam webinar tersebut. Para peserta ini datang tidak saja dari Riau, melainkan juga hampir seluruh provinsi di Indonesia.

"Tingginya animo masyarakat dalam mengikuti webinar ini menunjukkan bahwa maraknya praktek investasi bodong saat ini. Pelaku memanfaatkan ketidakpahaman masyarakat tentang investasi dan fintech dan dengan iming-iming keuntungan yang diberikan dalam waktu yang singkat, maka banyak masyaratak yang terjebak dan dirugikan," terus Darnilawati lagi.

Kepala OJK Wilayah Riau Yusri, dalam webinar tersebut mengatakan bahwa kasus investasi illegal selama 2020 sebanyak 394 kasus dari total 838 kasus yang terjadi selama 5 tahun terakhir di Indonesia. Total kerugian mencapai lebih kurang Rp92 triliun.

"Dengan maraknya investasi illegal saat ini ditambah lagi masa Pandemic Covid-19 maka diharapkan masyarakat dapat dengan cerdas memilih investasi dengan cara 2L yaitu Legal dan Logis," kata Yusri.

Sementara Emon selaku Kepala BEI Riau mengatakan justru investasi di masa Pandemi ini malah naik dibandingkan investasi di tahun sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengerti betapa pentingnya investasi ke depan untuk kenyamanan finansialnya.

"Namun masyarakat masih belum cerdas dalam memilih investasi yang legal sehingga mudah ditipu oleh perusahaan investasi bodong. Hal inilah yang membuat masyarakat tergiur untuk melakukan investasi baik secara kontan memberikan uangnya atau melalui transfer kepada perusahaan investasi bodong," tuturnya.

Masyarakat perlu mengenal ciri-ciri perusahaan bodong tersebut, di antaranya tidak memiliki izin, tidak memiliki kantor yang tetap atau kantornya berpindah-pindah, menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar dalam waktu yang singkat, menawarkan investasi yang bebas resiko.

Beberapa perusahaan illegal yang populer di masyarakat yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi di antaranya Vtube, PT. Kampung Kurma Indonesia, HIPO, CV. Tri Manunggal Jaya, E-Dinar Coin dan Multi Digital Poin.

"Di samping itu bagi masyarakat yang ditawarkan investasi yang mencurigakan agar dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 157 atau dapat mengakses investment alert portal pada www.ojk.go.id untuk mengetahui daftar perusahaan investasi illegal," sebut yusri.***(yan)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang