Rabu, 28 Oktober 2020 21:12

Bupati HM Wardan Ikuti Wisuda XIII Unisi Secara Virtual

Bupati HM Wardan mengikuti acara wisuda ke-13 yang diadakan secara virtual. Tahun ini, Unisi mewisuda 317 mahasiswanya.

Riauterkini-TEMBILAHAN- Bupati Inhil HM. Wardan mengikuti Convocation XIII Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tahun Akademik 2019/2020 secara virtual dengan aplikasi Zoomeeting langsung dari Kediaman Dinas Bupati Inhil Jalan Kesehatan No.1 Tembilahan, Rabu (28/10/2020) pagi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati didampingi Plt. Kadis Pendidikan Faturrahman, SAg., MPd. menyaksikan langsung pelaksanaan wisuda 317 mahasiswa Unisi dimana 13 di antaranya merupakan wisudawan dan wisudawati terbaik di tingkat kaprodi Se-lingkungan Unisi.

Kegiatan Convocation XIII Unisi TA. 2019/2020 dihadiri Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang (YTG) DR H Indra Muchlis Adnan, Ketua Yayasan Tasik Gemilang H Edy Syafwannur, Rektor Unisi DR H Najamuddin beserta Civitas Akademika Unisi.

"Selamat kepada wisudawan dan wisudawati meskipun dalam suasana pandemi Covid 19. Namun kita harus bangga karena keberadaan Unisi di Inhil patut dipertahankan sebab hanya satu-satunya universitas yang ada di Kabupaten Inhil," kata Bupati Inhil HM.Wardan saat menyampaikan sambutan melalui aplikasi Zoomeeting.

Lebih lanjut, Bupati Inhil menuturkan bahwa untuk mahasiswa yang baru saja diwisuda bahwa tantangan semakin besar apalagi sekarang memasuki masa teknologi seperti ini. Tentunya tingkat persaingan akan semakin besar dan lapangan kerja akan semakin sulit. "Maka dari itu, jangan pernah puas terus memperkaya diri dan menjaga nama baik almamater serta mampu menciptakan lapangan kerja," ucapnya.

Terakhir Bupati Inhil berharap semoga Unisi semakin sukses serta melahirkan mahasiswa mahasiswi yang dapat membanggakan bangsa indonesia khususnya Kabupaten Inhil.

Di kesempatan tersebut, Dr H Najamuddin berpesan kepada wisudawan dan wisudawati agar tidak merasa puas dengan apa yang telah diraih saat ini.

Selanjutnya, Ketua Yayasan Tasik Gemilang H Edy Syafwannur mengatakan bahwa pelaksanaan convocation XIII sedikit berbeda dan tidak pernah terpikirkan seperti ini.

"Saya secara pribadi mengerti perasaan para wisudawan dan wisudawati hari ini karena tidak bisa didampingi kedua orang tua di saat berbahagia ini. Namun apalah daya kita harus mematuhi peraturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah," katanya. Selain itu, Edy menuturkan peserta tidak perlu bersedih dan kecewa. Karena pelaksanaan ini juga merupakan hari yang spesial untuk Indonesia sebab bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-92.

"Kita bangga karena acara wisuda Unisi bersamaan dengan peringatan Sumpah Pemuda serta dosen kita juga sudah banyak yang bergelar doktor yaitu kurang lebih 13 orang dan 25 yang sedang menjalani gelar doktor," sebutnya.*(pto)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang