Selasa, 27 Oktober 2020 13:06

Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Sulap Area Mature Field jasi Destinasi Wisata Alam Aduhai

Masyarakat Inhu kini punya tempat rekreasi. Ada destinasi wisata alam hasil kreasi Pertamina EP Asset 1 Lirik Field.

Riauterkini-RENGAT-Keterbatasan tidak menghalangi Pertamina EP Asset 1 Lirik Field yang beroperasi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), walau mengoperasikan area Mature Field (Lapangan Tua), Pertamina EP Asset 1 Lirik Field tetap berkomitmen memberikan sumbangsih bagi negara, terutama bagi generasi penerus bangsa. Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk program pemberdayaan dan kepedulian terhadap lingkungan dengan membangun Wisata Alam (WA) di kawasan CSR Terpadu Pertamina Lirik.

Wisata Alam ini sebagai bentuk nyata salah satu program berkelanjutan dari Pertamina EP Asset 1 Lirik Field yang telah dirintis sejak 2013 silam melalui penetapan Kawasan CSR Terpadu Wisata Alam Lirik yang berada di Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Berbagai unit usaha dikembangkan oleh kelompok masyarakat sebagai salah satu sumber pendapatan dan juga edukasi bagi pengunjung, antara lain melalui program budidaya ikan air tawar, pelestarian tanaman langka, serta sarana edukasi bagi anak-anak.

"Wisata Alam ini dulunya lahan tidur yang cukup lama terabaikan, dengan semangat kebersamaan pelestarian terhadap tanaman-tanaman yang sudah cukup berumur diareal tersebut terus kami lakukan, seiring dengan hal tersebut berbagai fasilitas pendukung rekreasi yang dapat dinikmati pengunjung terus kami tingkatkan. Seperti kolam renang bagi anak-anak dan tempat bermain lainya serta spot-spot untuk berfoto. Namun yang utama Wisata Alam ini sebagai tempat edukasi bagi generasi penerus tentang betapa pentingnya pelestarian lingkungan," ujar Kurniawan Triyo Widodo Lirik Field Manager kepada riauterkinicom, Senin (26/10/20).

Diungkapkan Kurniawan Triyo Widodo, keberhasilan mewujudkan Wisata Alam ini tidak terlepas dari peran semua pihak dan stake holder yang ada, walau Pertamina EP Asset 1 Lirik Field mengoperasikan area Mature Field namun Pertamina EP Asset 1 Lirik Field masih mampu memproduksi minyak mentah mencapai angka 1.660 BOPD per September 2020, sedangkan per September 2019 di kisaran 1.883, sementara angka produksi pada hari ini (Oktober 2020) sudah mencapai 1.633 BOPD, angka produksi ini terus berfluktuatif. Keberhasilan dalam produksi ini tentunya tidak terlepas dari komitmen manajemen hingga lini operasional perusahaan yang terus memegang konsistensi dalam kehandalan operasi maupun kesehatan dan keselamatan kerja.

"Minyak bumi yang kami produksi ini suatu saat bisa saja habis atau menjadi tidak ekonomis untuk diproduksi, dan kami tidak mau masyarakat sekitar lantas kehilangan arah ketika perusahaan tidak ada lagi disini. Perlu adanya program berkelanjutan yang mampu menciptakan kemandirian," tegas Kurniawan Triyo Widodo Lirik Field Manager.

Untuk itu selain fokus perusahaan dalam bidang operasional, Pertamina EP Asset 1 Lirik Field juga mempunyai strategi jitu dalam melihat ketersediaan sumber daya alam yang dihasilkan dengan mengembangkan sentra-sentra ekonomi di kawasan CSR Terpadu Wisata Alam Pertamina Lirik, karena tidak selamanya perusahaan migas dapat beroperasi di suatu wilayah. Mengingat komoditas yang diproduksikan merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resourches) sehingga perlu adanya warisan yang bersifat berkelanjutan baik itu kepada masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Puncaknya, Wisata Alam Lirik berhasil mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pariwisata mengenai pengembangan kawasan CSR terpadu dimana merupakan terobosan pertama yang dilakukan Pertamina dengan konsep integrasi edukasi dan pelestarian Lingkungan dengan pengembangan ekonomi masyarakat.

"Selaku perusahaan yang membina Kawasan CSR Pertamina Terpadu ini, manajemen Pertamina EP Asset 1 Lirik Field merasa bangga dan mendukung penuh semangat kelompok-kelompok usaha di dalamnya untuk dapat menjadikan Lirik sebagai salah satu pionir kecamatan yang mandiri. Semoga program ini dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan bisa mandiri ke depannya," ungkapnya.

Selain mendapat rekomendasi dari Kementrian Pariwisata, kawasan CSR Pertamina terpadu ini juga mendapat penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan The La Tofi School of CSR dalam kategori pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Serta penganugerahan Indonesian Green Awards sebagai pelopor pencegahan polusi dalam kampanye adaptasi perubahan iklim melalui penanaman pohon penyerap CO2 di Wisata Alam Lirik dan pengolah Sampah Terpadu dengan melakukan edukasi dan pemanfaatan sampah di Rumah Kompos Hemat Energi dan Ramah Lingkungan. Jelasnya.

Sementara itu, Dian Tri Agustin, Community Development Officer Pertamina EP Lirik field menambahkan, pihaknya terus melengkapi sarana dan prasarana di Wisata Alam Lirik seperti radio komunitas Wisata Alam Lirik yang menjadi wadah alternatif hiburan masyarakat.

"Selain terus melengkapi sarana dan prasarana di Wisata Alam Lirik ini, kami juga mencoba mengintegrasikan program CSR dengan mengembangkan sentra-sentra ekonomi rakyat seperti industri rumahan. Namun akibat kendala Pandemi Covid-19, apa yang telah direncanakan tersebut sedikit terhambat dan tertunda pelaksanaanya. Kedepan kami tetap optimis program CSR Pertamina terpadu Wisata Alam Lirik mampu memiliki daya saing, berkembang dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Inhu," jelasnya. *** (guh)

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang