Selasa, 27 Oktober 2020 12:36

Harga Karet Tembus Rp11 Ribu, Petani Kuansing Puji Program Mursini

Para petani karet Kuansing memuji program Bupati Mursini. Programnya terbukti mampu katrol harga hetah. Kini tembus Rp11 ribu perkilogram.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Harga karet di pasar lelang kian membuat para petani bisa bernafas lega seiring nilai jual tembus diangka 11.492 perkilonya.

Tidak sia - sia program yang diupayakan Bupati Mursini, sejak jauh hari semakin teruji. Komitmennya untuk membela nasip petani pun terbukti untuk melepaskan dari cengkram tengkulak.

Sebab program yang diupayakan telah membuahkan hasil melalui pasar lelang yang dibuka sejak beberpa waktu lalu dan mengalami peningkatan secara signifikan tiap pekannya.

Berdasarkan data Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (APKARKUSI) Provinsi Riau, 26 Oktober 2020 ditetapkan harga BOKAR ditingkat petani UPPB/poktan/gapoktan/koperasi sebesar Rp. 11.492,- angka ini meningkat Rp. 1.256,-jika dibandingkan dengan lelang minggu lalu.

Harga ini tertinggi dan terjadi peningkatan selisih sejak 3 tahun terakhir.

Kadis Kopdagrin Kuansing, Azhar Ali, juga membenarkan kenaikan harga lelang tersebut, ia menyebutkan pemenang lelang minggu ini adalah PT Wipolimex dengan harga Rp. 11. 492.

"Kalau minggu ini jatuh diharga Rp. 11.492, minggu sebelumnya diharga Rp. 10.236. Terjadi selisih harga 1.256. Biasanya kenaikannya tak lebih dari 500 rupiah," jelas Azhar Ali, Selasa (27/10/2020).

Komitmen Mursini untuk terus memperjuangkan nasip petani karet.

Tidak puas hanya dengan mengadakan pasar lelang, Mursini terus berupaya memutar otak dengan cara lain agar harga karet bisa stabil dikalangan petani.

Bebarapa waktu lalu diawal September, ia melakukan kunjungan kerja ke Palembang, melakukan penandatanganan MoU bersama industri hilir karet, Balai Riset dan Standarisasi (BARISTAND) Industri Palembang.

Sebagai tahap awal untuk produksi hilirisasi karet di Kuansing, akan dibuat bahan yang mudah dijual seperti karpet. Sasaran marketnya perkantoran, Bank, dan Instansi Pemerintah lainnya, sehingga harga karet akan dapat meningkat.

Sebagai menopang pengembangan industri hilir karet di Kabupaten Kuantan Singingi ini, telah terbentuknya Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi, (APKARKUSI).

Asosiasi ini merupakan wadah  tempat berhimpunnya kelembagaan petani, berupa kelompok tani, gabungan kelompok tani, (Gapoktan) koperasi dan Unit Pengolahan Pemasaran Bokar (UPPB).

Sejauh ini perkembangan Apkarkusi telah memiliki 15 kelembagaan petani dengan jumlah anggota 1.266 orang, luas lahan yang dikelolah 1.112 Ha.

Apkarkusi ini fokus pada pemasaran Bahan Olahan Karet (Bokar) yaitu penjulan Bokar dengan sistim lelang dinamakan lelang satu waktu, satu harga, satu tempat dan satu mutu (lelang 4S).

Apkarkusi tersebut pertama baru ada di Riau, pasar lelang ini mampu menaikkan harga Bokar dikalangan petani, dari harga umum 6000 - 7000 hingga tembus 10 - 11 ribu manfaatnya sangat dkrasakan petani.

Apkarkusi juga telah mendirikan dua unit badan yakni Koperasi Apkarkusi dan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) keduanya sudah berbadan hukum.

Koperasi Apkarkusi difokuskan untuk pemasaran Bokar dengan sistim pasar lelang komoditi (PLK) secara online menggunakan aplikasi yang sudah disiapkan Kemenperin, jangkauannya lebih luas dan sistim ini baru pertama kali ada di Kuansing, se Indonesia.* (Jok) 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang